Musrenbang Jateng 2026 Digelar, DPRD Beri 4 Catatan Strategis untuk RKPD 2027

Musrenbang Jateng 2026 Digelar, DPRD Beri 4 Catatan Strategis untuk RKPD 2027

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menyampaikan paparanya di acara Musrenbang Provinsi Jawa Tengah -Istimewa/ Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 digelar di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jumat (6/2/2026).

Forum strategis ini dihadiri Ketua DPRD Jateng Sumanto bersama jajaran pimpinan dan anggota dewan.

Dalam Musrenbang tersebut, tema RKPD 2027 ditetapkan yakni “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.” 

Tema ini diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan keberlanjutan.

DPRD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan empat catatan strategis sebagai pijakan penyempurnaan rancangan awal RKPD 2027. 

Keempat poin tersebut meliputi akselerasi ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan dasar, penguatan partisipasi inklusif, serta efektivitas dan efisiensi anggaran sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.

Ketua DPRD Jateng Sumanto menjelaskan, akselerasi ekonomi berkelanjutan perlu diwujudkan melalui penguatan ekosistem usaha yang inklusif, khususnya bagi UMKM dan sektor kreatif pedesaan yang selaras dengan potensi pariwisata daerah.

Pada aspek pelayanan dasar, DPRD menekankan prioritas pada sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur konektivitas wilayah guna mendukung kelancaran arus ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Sumanto juga menegaskan pentingnya partisipasi inklusif dalam proses perencanaan. 

Menurutnya, kelompok difabel, perempuan, dan anak harus dipastikan tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar terakomodasi dalam substansi program kerja pemerintah.

Sementara dalam hal efektivitas anggaran, DPRD menekankan agar setiap rupiah dalam APBD 2026 memiliki daya ungkit yang terukur terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah.

Penguatan kualitas SDM, pemerataan pembangunan antarwilayah, mitigasi bencana, serta ketahanan lingkungan juga menjadi perhatian utama.

“Ada sinkronisasi yang tajam antara aspirasi masyarakat melalui DPRD dengan rencana teknis yang disusun OPD. Mari jadikan Musrenbang 2026 ini sebagai ruang diskusi yang sehat untuk menghasilkan RKPD 2027 yang berkualitas,” ujar Sumanto.

Ia menambahkan, DPRD berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan meminta agar Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dijadikan bahan pertimbangan utama dalam penyempurnaan rancangan awal RKPD.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait