Jauh Tertinggal dari Standar Dunia, PP Pordasi Siap Kirim Joki Indonesia Training di Perancis
TERBAIK : di Jateng Derby 2026 musim pertama awal tahun di Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang diikuti 169 kuda pacu terbaik Indonesia bertarung dalam 18 kelas, Minggu 15 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--
UNGARAN, diswayjateng.com - Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Muchamad Munawir menilai, joki Indonesia masih jauh tertinggal dari standar dunia.
"Jadi joki kita itu belum setara internasional ya, jauh dari standar dunia," kata Muchamad Munawir, saat ditemui dalam event National Indonesia’s Horse Racing (IHR) di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu 15 Februari 2026.
Untuk menempatkan joki Indonesia setara dengan standar internasional, dalam waktu dekat PP Pordasi akan mengirim perwakilan Joki terbaik mendapatkan training di Negara Prancis.
Hal lain yang menjadi pekerjaan rumah PP Pordasi mendongkrak Indonesia diakui dunia pacuan kuda dengan membuat track khusus pacuan kuda standar internasional.
BACA JUGA: 244 Pegiat Olahraga Menuju FORDA Jateng 2025, Salatiga Targetkan Masuk 5 Besar
BACA JUGA: Panggung Apresiasi Olahraga Kudus, KONI Award Bertabur Banyak Penghargaan
"Nanti begitu kita buat track, itu istilahnya kita udah pacu internasional. Berarti kuda-kuda luar datang, joki luar datang, kita siapkan joki kita. Sekaligus, dengan memperbanyak pertandingan dan joki kita akan ada training di Prancis dan akan dipilih joki untuk diikutsertakan sekitar dalam tahun ini juga," ungkap Munawir
Sementara, dalam Indonesia’s Horse Racing (IHR) di Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang PP PORDASI menghadirkan 169 kuda sebagai pembuka musim baru dengan gelaran Jateng Derby 2026.
18 Kelas Dipertandingkan
Tercatat, 18 Kelas dipertandingkan dalam Jateng Derby 2026 putaran pertama ini.
18 kelas yang dipertandingkan pada IHR Jateng Derby 2026 mencakup 10 kelas kelompok umur sebagai pacuan utama dan 8 kelas kelompok ketinggian.
Kelas kelompok umur terdiri dari Kelas 3 Tahun Derby Div. I dan Div. II 1.600 meter, Kelas 3 Tahun Remaja Div. I dan Div. II 1.400 meter, Kelas 2 Tahun Pemula 1.000 meter, Kelas 2 Tahun Perdana A/B 1.000 meter, Kelas 2 Tahun Perdana C/D 800 meter, Kelas 2 Tahun Perdana KPI 1.000 meter, serta Kelas THB INA dan THB Luar Negeri 1.600 meter.
BACA JUGA: KONI Tegal Ganti Nahkoda, Target Prestasi Digeber! Bambang Asmoyo Siap Bangkitkan Olahraga Daerah
BACA JUGA: GOR Trisanja Bangkit! Disulap Jadi Ikon Olahraga dan Ruang Publik Baru Warga Tegal
Dan kelompok ketinggian mempertandingkan Kelas Terbuka 2.000 meter, Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter, Kelas C 1.600 meter, Kelas C Sprint 1.100 meter, Kelas D 1.400 meter, Kelas D Sprint 1.000 meter, Kelas E 1.200 meter, dan Kelas F 1.000 meter.
Ditambahkan, VP Marketing & Operation PT Kuda Pacu Indonesia Kevin Jonathan Van Houten, melalui Jateng Derby 2026 diharapkan melahirkan bintang dan prestasi baru dalam olahraga yang akan membawa pacuan kuda Indonesia semakin dikenal di tanah air dan di mata dunia.
Sejalan dengan visi misi SARGA.CO yang terus mengkampanyekan "Race to the World Stage", mencetak calon kuda dan joki standar dunia.
"Karena tahun 2026 kita berharap memiliki race track sendiri, dengan standar internasional. Yang ke depannya diharapkan mengundang kuda internasional main di Indonesia," sebut Kevin.
BACA JUGA: Bupati Pemalang Lepas Ekspor Perdana Produk Sepatu Olahraga
BACA JUGA: Dukung Pembinaan Olahraga Disabilitas
Tercatat, dalam event Jateng Derby 2026 musim pertama awal tahun diikuti 169 kuda pacu terbaik Indonesia yang berlaga di 18 kelas.
Ke-169 kuda pacu itu perwakilan dari 12 provinsi di Indonesia yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: