Watukumpul Pemalang Longsor Lagi, Bocah 9 Tahun Tewas Tertimbun Tanah di Desa Jojogan

Watukumpul Pemalang Longsor Lagi, Bocah 9 Tahun Tewas Tertimbun Tanah di Desa Jojogan

Anggora Polri dan TNI dibantu masyarakat membersihkan material longsor di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Pemalang. Jumat sore-Istimewa-

PEMALANG, diswayjateng.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Watukumpul Kabupaten PEMALANG. Kali ini longsor menimpa Desa Jojogan, pada Jumat (6/2) sore sekitar pukul 16.40 WIB. Longsor yang dipicu curah hujan tinggi ini memakan korban bocah 9 tahun, tewas tertimbun material.  

Tanah longsor tersebut menyebabkan satu unit rumah warga tertimbun material tanah. Akibat kejadian itu, satu orang anak dinyatakan meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Kiki Puji Yuliani (9), sementara ibunya, Yuli Yati (35), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Watukumpul. Jenazah korban meninggal telah dievakuasi ke rumah Kepala Desa Jojogan.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa jajarannya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, telah terjadi bencana tanah longsor yang menimpa rumah warga di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul. Akibat kejadian tersebut, satu orang anak meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka,” ujar AKBP Rendy Setia Permana.

Ia menjelaskan, personel Polri bersama TNI dan masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban serta membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan.

“Anggota kami langsung menuju TKP, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, serta bersama TNI dan warga melakukan pembersihan material tanah agar akses jalan bisa kembali dilalui,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Pemalang masih tergolong tinggi.

“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih cukup tinggi,” pungkas AKBP Rendy.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah terkendali dan situasi terpantau aman. Aparat gabungan masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.(*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait