Banjir di Mulyorejo Pekalongan Kembali Meninggi, Warga Resah dan Mulai Terserang Penyakit
Banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis 5 Februari 2026--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.com – Banjir yang merendam Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten PEKALONGAN kembali meninggi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore hingga Kamis dini hari, (5/2/2026).
Kondisi ini membuat warga semakin resah karena genangan air telah bertahan hingga tiga pekan menggenangi rumah-rumah warga.
Koordinator Posko Darurat Desa Mulyorejo, Sania, mengatakan banjir sempat surut dalam dua hari terakhir. Namun, hujan deras yang turun sejak kemarin hingga subuh membuat debit air kembali naik.
“Ini tepatnya di tanggal 5 Februari 2026, genap 3 minggu air banjir di Desa Mulyorejo. Setelah kemarin sempat menyusut dari se-perut orang dewasa jadi se-paha, sekarang karena hujan lebat dari kemarin sampai subuh, ketinggian air naik lagi sampai sepinggang orang dewasa,” ujar Sania.
Banjir yang tak kunjung surut membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah meski permukiman mereka masih terendam. Dari sekitar 3.000 warga Desa Mulyorejo, hanya sebagian kecil yang mengungsi ke posko pengungsian.
“Yang mengungsi di Kopindo sekitar 300 warga. Beberapa hari kemarin sempat pulang karena dikira banjir surut, walaupun rumah masih terendam. Sekarang karena air naik lagi, banyak warga yang masih standby di rumah masing-masing,” jelasnya.
Selain genangan air yang makin tinggi, kondisi kesehatan warga juga mulai mengkhawatirkan. Sania menyebut sudah ada warga yang dievakuasi karena mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama terendam banjir.
“Sudah mulai ada yang sakit-sakitan. Mulai dari anak-anak sampai lansia terkena muntaber, gatal-gatal, demam, flu, seperti itu,” katanya.
Warga berharap adanya penanganan lanjutan dan bantuan kesehatan, mengingat banjir telah berlangsung lama dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih serius jika kondisi cuaca masih buruk.
Selain Desa Mulyorejo, desa-desa lain juga terendam banjir kembali seperti Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto dan Desa Pait Kecamatan Siwalan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan menyebut, hingga Rabu 4 Februari 2026, jumlah pengungsi mencapai 1141 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi pengungsian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
