Pasca Puting Beliung, Ratusan Personel Gabungan Gotong Royong Perbaiki Rumah Warga Terdampak
MENYALAMI : Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy sempat meninjau dan menyalami anggota langsung di lokasi terdampak bencana angin puting beliung. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
UNGARAN, diswayjateng.com - Pasca bencana alam angin puting beliung, Polres Semarang bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten, relawan dan warga melaksanakan kegiatan Bakti sosial. Kegiatan yang melibatka ratusan personel gabungan ini dimaksudkan meringankan warga yang terdampak bencana alam angin puting beliung di tiga Kecamatan di Kabupaten Semarang.
Masing-masing berada di Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang; Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dan Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy yang sempat meninjau langsung lokasi terdampak bencana menyampaikan, kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum hingga sempat mengganggu akses jalan penghubung antar wilayah menuju kota Salatiga menjadi dampak terbesar bencana angin puting beliung akhir bulan Januari 2026 lalu.
"Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, Polres Semarang bersama instansi terkait melaksanakan bakti sosial pembenahan rumah warga terdampak yang dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Pabelan dan Polsek Tengaran," ungkap Kapolres.
BACA JUGA: BPBD Kabupaten Semarang Catat 17 Rumah di 3 Kecamatan Terdampak Bencana Angin Puting Beliung
Terlihat, seluruh personel bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Kehadiran pimpinan daerah turut memberikan semangat tersendiri bagi warga.
Kapolres bersama Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha turun langsung menyambangi rumah warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako.
Sejalan dengan Kapolres, Bupati H. Ngesti Nugraha juga mendukung penuh sinergitas antar instansi ini yang sepenuhnya untuk meringankan warga.
"Kami menyambangi warga sebagai bentuk dukungan moril dan meringankan beban masyarakat pasca musibah," terang Ngesti Nugraha.
BACA JUGA: Tinjau Korban Bencana Angin Puting Beliung, Bupati Semarang Serahkan Bantuan
BACA JUGA: 54 Rumah Ambruk dan Rusak Terdampak Bencana Ekstrem di Jepara
Data sementara menunjukkan bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Secara keseluruhan, kejadian cuaca ekstrem tersebut juga dilaporkan merusak puluhan rumah di sejumlah titik di Pabelan dan Tengaran.
"Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Semarang bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membantu warga akibat bencana alam," paparnya.
Sementara, berdasarkan PUSDALOPS-PB BPBD Kabupaten Semarang mencatat, titik bencana angin puting beliung ekstrem ada di 3 Desa, 3 Kecamatan dan terdampak kepada 17 rumah.
BACA JUGA: Bupati Kudus Gerilya Cari Anggaran Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Rp394 Miliar
BACA JUGA: TBIG Salurkan 2,5 Ton Bantuan Bencana ke Enam Wilayah di Sumatra hingga Akhir 2025
Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro, S.STP., M.M mengatakan, rumah terdampak bencana angin puting beliung di tiga Desa berada di tiga kecamatan itu sebanyak 17 rumah.
Hampir seluruh rumah yang terdampak bencana angin puting beliung, diakui Alex, mengalami kerusakan parah pada atap rumah. Bahkan, ada juga beberapa pohon tumbang menimpa rumah.
Dibantu Damkar kabupaten Semarang, BPBD Kota Salatiga, Relawan, PLN serta warga sekitar, BPBD Kabupaten Semarang diakui Alex, telah melakukan assessment, penanganan pohon tumbang dan pendistribusian bantuan logistik me titik korban terdampak angin puting beliung.
Termasuk, melakukan pengecekan dan perawatan baik Armada, Peralatan PB, Genset Otomatis, penanganan pohon tumbang di Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran serta
Assessment kerusakan akibat angin puting beliung di Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan dan Di Desa Plumbon Kecamatan Suruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: