Banjir Bandang Guci Tegal Jadi Sorotan Nasional

Banjir Bandang Guci Tegal Jadi Sorotan Nasional

GUCI - Kondisi Pancuran 13 Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal porakporanda usai diterjang banjir bandang.--

SLAWI, diswayjateng.com - Bencana banjir bandang yang menerjang Taman Wisata Alam Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, kini tak lagi menjadi persoalan lokal. Musibah yang memporak-porandakan kawasan wisata unggulan tersebut telah jadi sorotan dan menyedot perhatian pemerintah pusat dan menjadi agenda nasional.

Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menegaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi terdampak dalam waktu dekat.

Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung pada 3 Februari mendatang, menyasar kawasan Guci hingga Waduk Cacaban.

“Kemendagri telah berkomunikasi intensif dengan kita dan dijadwalkan turun langsung ke Guci dan Cacaban pada 3 Februari. Ini momentum penting, bukan hanya untuk perbaikan darurat, tetapi untuk menata ulang master plan kawasan Guci secara menyeluruh,” ujar Ahmad Kholid saat rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam forum itu, Ahmad Kholid menekankan bahwa bencana ini harus menjadi titik balik bagi penataan kawasan rawan bencana, khususnya destinasi wisata alam yang berada di wilayah hulu.

Tak hanya soal penataan kawasan, Wakil Bupati juga menyoroti keterbatasan armada alat berat yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Tegal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kendala serius dalam percepatan penanganan bencana.

“Pusat juga menanyakan kesiapan alat berat kita. Unit yang ada banyak yang rusak atau masih pinjaman dari provinsi. Kita harus siap dengan daftar usulan pengadaan agar penanganan ke depan bisa lebih cepat dan mandiri,” tegasnya.

Di sektor irigasi, peluang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat juga mulai terbuka. Ahmad Kholid mengungkapkan adanya potensi pendanaan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi yang nilainya mencapai sekitar Rp5 miliar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPR RI. Harapannya dana tersebut bisa difokuskan untuk bendung-bendung utama yang terdampak berat, seperti Bendung Bawangan, Kemaron, atau Koyal, agar pemulihan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian, bisa segera berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Akhmad Uwais Qoroni memaparkan kondisi terkini kawasan wisata Guci. Ia menyebutkan, sejumlah titik ikon wisata mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir bandang.

“Pancuran 13 dan Pancuran 5 mengalami kerusakan total dan belum bisa difungsikan. Beberapa area wisata lain masih dalam tahap pembersihan material sisa bencana,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menghadapi kendala serius terkait pasokan air bersih, khususnya untuk kebutuhan hotel dan penginapan di kawasan Guci.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: