45 Desa di Pati Masih Terendam Banjir, Penyakit Leptospirosis Mengancam

45 Desa di Pati Masih Terendam Banjir, Penyakit Leptospirosis Mengancam

Polsek Gabus pantau dua desa yang masih terendam banjir dalam tiga pekan--

PATI, diswayjateng.com - Banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, hingga kini masih menggenang selama tiga pekan. Sebanyak 45 desa di Pati masih terendam banjir, sehingga dikhawatirkan adanya ancaman penyakit. 

Seperti yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gabus misalnya. Curah hujan yang masih tinggi, mengakibatkan Sungai Godo, Sungai Gono dan Sungai Silugonggo meluap. 

Luapan air dari tiga sungai tersebut, menyebabkan dua desa terendam banjir susulan. Selain itu, mengakibatkan ratusan warga Desa Mintobasuki dan Desa Babalan terdampak. 

Merespon kejadian itu, Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gabus AKP Daffid Paradhi, melakukan pemantauan di dua desa pada Minggu (1/2/2026) sejak pagi. 

Selain menggenangi permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian di Desa Mintobasuki dan Desa Babalan. 

Di Desa Mintobasuki, banjir merendam satu titik jalan desa di Dukuh Jrakah sepanjang sekitar 100 meter. Sebanyak 51 rumah terdampak dengan 86 kepala keluarga atau 141 jiwa ikut terimbas. 

“Warga di Mintobasuki masih bertahan di rumah masing-masing, karena genangan relatif masih bisa ditoleransi. Namun aktivitas warga dan pertanian cukup terganggu,” ujar AKP Daffid. 

 
Banjir juga merendam tanaman padi hingga membuat gagal panen. --

Selain permukiman, banjir juga merendam lahan pertanian warga. Di desa Mintobasuki. Hamparan tanaman padi tua seluas sekitar 55 hektare tergenang air. Sedangkan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 515 juta.

Sementara di Desa Babalan, genangan air meliputi 38 rumah. Tercatat 79 kepala keluarga atau 116 jiwa terdampak. Sedangkan kondisi di Babalan relatif lebih baik, karena debit air mulai menurun.

“Curah hujan sudah berkurang sehingga aliran Sungai Silugonggo berangsur surut, namun kami tetap siaga karena potensi luapan masih ada,” tukas Daffid. 

Di Desa Babalan, lahan padi tua seluas sekitar 90 hektare ikut tergenang dengan taksiran kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengungsi.

Secara akumulatif, banjir di Kecamatan Gabus berdampak pada 89 rumah di dua desa dengan total 165 kepala keluarga atau 257 jiwa terdampak. Genangan air juga menutup dua titik jalan desa.

“Total kerugian materiil sementara kami perkirakan mencapai Rp 1,815 miliar, terutama dari rusaknya tanaman padi seluas sekitar 240 hektare,” jelas AKP Daffid.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait