19 Kelurahan Kota Tegal Terdampak Intrusi Air Laut, Total 1.570 Hektare

19 Kelurahan Kota Tegal Terdampak Intrusi Air Laut, Total 1.570 Hektare

INTRUSI AIR LAUT - Lahan pertanian di Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, yang terdampak intrusi air laut kini dipenuhi tumbuhan liar. Lahan tersebut kini tak lagi ditanami padi.--

TEGAL, diswayjateng.com - Ancaman intrusi air laut di Kota Tegal kian mengkhawatirkan. Hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal pada 2025 menunjukkan, sebanyak 19 dari 27 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan telah terdampak intrusi air laut.

Dalam kajian menggunakan metode geolistrik dua dimensi tersebut, luas sebaran intrusi air laut mencapai 1.570 hektare, dengan kategori terdampak sedang seluas 716,80 hektare dan tinggi mencapai 853,28 hektare. 

Di Kecamatan Margadana, seluruh kelurahan teridentifikasi terdampak intrusi air laut, meliputi Kelurahan Margadana, Pesurungan Lor, Kaligangsa, Krandon, Cabawan, Sumurpanggang, dan Kalinyamat Kulon, dengan luas sebaran 1,030 hektare.

Sementara di Kecamatan Tegal Barat, Kelurahan Muarareja, Tegalsari, Pesurungan Kidul, Kemandungan, dan Debong Lor, dengan luas sebaran 222,18 hektare. Hanya Kelurahan Kraton dan Pekauman yang terbebas.

Adapun di Kecamatan Tegal Selatan, meliputi Kelurahan Debong Kulon, Keturen, Tunon, Kalinyamat Wetan, dan Bandung, dengan luas sebaran 180,67.

Kelurahan Randugunting dan Debong Tengah yang tidak terkena. Sedangkan di Kecamatan Tegal Timur, hanya Kelurahan Panggung dan Mintaragen yang terdampak dengan luas sebaran 137,15 hektare. Tiga kelurahan lain, Slerok, Mangkukusuman, dan Kejambon, aman.

Intrusi air laut terjadi pada kawasan perumahan atau pemukiman seluas 710,94 hektare, pertanian 371,33 hektare, tambak 61,25 hektare, ruang terbuka hijau 38,69 hektare, industri 18,09 hektare, perdagangan dan jasa 18,88 hektare, Pelabuhan 57,44 hektare, sempadan sungai 178,49 hektare, kebun 22,24 hektare, semak belukar 35,41 hektare, pendidikan 38,69 hektare, perkantoran 7,94 hektare, terminal 6,33 hektare, peternakan 4,04 hektare, wisata alam 0,63 hektare.

Jumlah kelurahan yang terdampak intruksi air laut mengalami peningkatan dibandingkan hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada 2017, yang mencatat sebanyak 12 kelurahan di Kota Tegal yang terdampak intrusi air laut dengan luas sebaran mencapai 1.932 hektare di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Margadana, Kecamatan Tegal Barat, dan Kecamatan Tegal Timur. 

Di Kecamatan Margadana, dari kajian Bappeda, kelurahan yang terdampak meliputi Kelurahan Margadana, Pesurungan Lor, Kaligangsa, Cabawan, Krandon, Sumurpanggang, dan Kalinyamat Kulon dengan luas sebaran 957,1. Di Kecamatan Tegal Barat, Kelurahan Muarareja, Tegalsari, dan Kraton, dengan luas sebaran 716,3 hektare. Sementara di Kecamatan Tegal Timur, Kelurahan Panggung dan Mintaragen, dengan luas sebaran 259,3 hektare. 

Hasil kajian DLH pada 2025 menyebutkan, sedikitnya ada tujuh penyebab intrusi air laut di Kota Tegal. Pertama, alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat akan pemukiman, industri, dan aset produktif. Sehingga, yang tadinya tegalan atau ruang terbuka hijau berubah menjadi bangunan rumah, pabrik, dan sebagainya. Sedangkan zona penyangga pesisir berubah menjadi tambak dan industri.

Alih fungsi lahan ini memperbesar aliran permukaan dan memperkecil infiltrasi air ke dalam tanah. 

Kedua, eksploitasi air tanah yang tidak terkendali dan ilegal. Ketidakseimbangan antara pengambilan air tanah yang lebih besar dari pengisian kembali tubuh air tanah menyebabkan kekosongan pada ronga batuan yang selanjutnya dimasuki air laut. Masuknya air laut ke dalam rongga batuan yang sebelumnya berisi air tawar membuat air tanah menjadi payau pada kondisi yang tidak ekstrem atau justru menjadi terasa asin pada kondisi ekstrem. 

Eksploitasi air tanah tidak legal atau tidak melalui prosedur mengakibatkan pengambilan air tanah tidak dapat dikorelasikan dengan kondisi dan ketersediaan air setempat, sehingga rentan berkembang menjadi eksploitasi air tanah berlebihan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait