Pesta Siaga 2026, Wabup Batang: Pramuka Siaga Benteng Anak Hadapi Media Sosial

Pesta Siaga 2026, Wabup Batang: Pramuka Siaga Benteng Anak Hadapi Media Sosial

Wakil Bupati Batang Suyono membuka pesta siaga Kwarcab Batang 2026-ist-

BATANG, diswayjateng.com - Ratusan Pramuka Siaga dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten BATANG memadati GOR Indoor Abirawa BATANG, Kamis 29 November 2026. 

Mereka berkumpul dalam acara Pesta Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Batang yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Batang, Suyono.

Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter anak sejak usia dini, sekaligus ruang belajar yang menyenangkan bagi generasi muda Batang untuk mengenal nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kemandirian.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan bahwa Pesta Siaga bukan sekadar perlombaan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter.

BACA JUGA: Jaga Alam, Desa Tombo Batang Resmi Sahkan Perdes Pelestarian Lingkungan Hidup

BACA JUGA: Rusak Parah, Disdikbud Batang Ajukan Revitalisasi 143 Sekolah ke Pemerintah Pusat

“Peserta Pesta Siaga ini adalah anak-anak usia sekolah dasar, di bawah kelas enam, dan di sinilah karakter itu mulai dibentuk agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, dan tangguh,” ujar Suyono.

Ia menekankan bahwa generasi masa depan Batang harus dipersiapkan tidak hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga dengan nilai moral, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

“Ke depan mereka harus menjadi generasi yang berilmu, kreatif, dan inovatif untuk membangun Indonesia, dan pembinaan itu harus dimulai sejak sekarang,” katanya.

Suyono juga mengingatkan pentingnya peran guru dan pembina Pramuka dalam mendampingi anak-anak di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial.

BACA JUGA: Kunjungi Lokasi Longsor Pranten, Bupati Batang: Harus Relokasi

BACA JUGA: Dewan Menyapa PAUD di Subah Batang, Daryoso dan Media Soroti Parenting Anak Usia Dini

“Guru tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga harus memberi perlindungan dan pengingat agar anak-anak tidak kebablasan meniru apa yang mereka lihat di media sosial,” tegasnya.

Menurutnya, anak-anak usia dini masih berada pada fase meniru dan belum memiliki kemampuan memproteksi diri dari pengaruh negatif, sehingga pendampingan yang tepat menjadi kunci utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait