Disperakim Grobogan Berhasil Sulap Kawasan Kumuh di Purwodadi Jadi Bersih, Asri, dan Rapi

Disperakim Grobogan Berhasil Sulap Kawasan Kumuh di Purwodadi Jadi Bersih, Asri, dan Rapi

Salah satu ruas jalan dan drainase yang selesai direvitalisasi Disperakim Grobogan di Jengglong Barat, Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Rabu (28/1/2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.id - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kabupaten Grobogan berhasil menyulap kawasan kumuh di wilayah Kelurahan Purwodadi menjadi bersih, asri, dan tertata rapi.

Ketika dikonfirmasi Disway Jateng pada Selasa malam (27 Januari 2026), Kepala Disperakim Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan, ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan di kawasan tersebut seperti 58 unit perumahan.

"Dari 58 perumahan itu, tiga kategori utama meliputi 10 unit pembangunan baru untuk keluarga yang belum punya tempat tinggal layak, 37 unit perbaikan rumah struktural dan non-struktural, serta 11 unit rehab rekonstruksi untuk rumah rusak cukup parah,” jelasnya.

Selain itu, Endang melanjutkan, pihaknya juga melakukan pembangunan sebanyak 14 ruas jalan lingkungan dengan total panjang mencapai 1,4 kilometer dan pembangunan drainase sepanjang 1,7 kilometer.

"Berikutnya, kami juga menyediakan 107 sarana sanitasi dilengkapi tangki septik pabrikasi berkualitas dan sistem resapan," katanya.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Endang menyebut pihaknya menyediakan 108 Sambungan Rumah (SR) air minum melalui peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air atau IPA.

"Tak hanya melakukan pembangunan infrastruktur, kami pun memperhatikan aspek kepemilikan tanah, yakni melalui konsolidasi tanah sebanyak 65 peserta dengan pendanaan dari Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional)," katanya. 

Lebih lanjut, Endang menambahkan, pihaknya juga melakukan transformasi lingkungan yakni lewat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan pola Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Ia berharap TPS3R tersebut mampu mengatasi permasalahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya pengelolaan limbah.

"Program TPS3R itu secara khusus menyasar warga masyarakat RT 8 dan RT 9 yang berada dalam lingkup RW 7, Jengglong Barat," imbuhnya.

Endang menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas baru yang telah terbangun di lingkungan tersebut dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik program Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT). Pembangunan infrastruktur itu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: