Disperintransnaker Bekali Pelajar SMA Masuk Dunia Kerja, Gencar Lakukan Sosialisasi

Disperintransnaker Bekali Pelajar SMA Masuk Dunia Kerja, Gencar Lakukan Sosialisasi

MOTIVASI - Giat pembekalan pelajar SMAN 1 Bojong agar siap masuk dunia kerja.--

SLAWI, diswayjateng.com - Disperintransnaker (Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja) Kabupaten Tegal gencar melakukan sosialisasi untuk membekali pelajar SMA/SMK agar siap memasuki dunia kerja. sosialisasi perdana di bulan Januari 2026 kali ini menyasar pelajar SMAN 1 Bojong.

Kepala Dinas Perintransnaker Kabupaten Tegal Supriyadi melalui pengantar kerja Ovi Utami SH dan Swi Buni Setiono SE MM menyatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, memberikan wawasan industri, dan mengurangi angka pengangguran lulusan sekolah menengah. 

"Berdasarkan data yang ada saat ini jumlah siswa SMA tercatat  10.807 orang dan SMK sebanyak 34.721 orang. Estimasi jumlah kelulusan di tahun 2026 sebanyak 15.176 orang," ujarnya Rabu (28/1).

Sementara itu jumlah lowongan kerja di tahun 2025 terserap 11.746 orang, dan jumlah pencari kerja baru di tahun 2025 sebanyak 16.082 orang.

"Jumah ini belum ditambah lulusan tahun sebelumnya yang masih mencari kerja," katanya.

Di kesempatan ini keduanya meyakinkan siswa SMAN 1 Bojong, bahwa lulusan SMA bisa diterima kerja setelah lulus asal punya skill, punya sertifikat, mental kerja yang baik, dan lolos seleksi adminisrasi, psikotes, wawancana, dan praktik.

"Kami juga mengedukasi siswa  agar tidak berekspektasi mengharapkan upah tinggi, cepat, mudah, dan nyaman setelah lulus SMA  bila masih malas, tergantung pada teman, tanpa strategi, dan pilih-pilih pekerjaan. Skill yang dibutuhkan lulusan SMA untuk hard skill mencakup komputer dan digital, bahasa asing, dan keterampilan teknis," ungkapnya. 

Dimana untuk peningkatan hard skill dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan  Dinas Perintransnaker atau LPK, dan aktif di organisasi masyarakat.

"Untuk soft skill yang perlu ditanamkan lulusan SMA adalah disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja tim," tegasnya.

Pihaknya juga meminta siswa untuk tidak gonta-ganti email, nomor handphone selalu aktif yang dilengkapi aplikasi penunjang seperti whatsApp, instagram, telegram, lenkedin dan medsos lainnya.

Serta menyiapkan file dokumen seperti ijasah, KTP, KK, sertipikat pelatihan dan lainnya sebagai pendukung kerja. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: