LazisMu Gandeng Aisyiyah Kota Tegal Salurkan PMT bagi Ibu Hamil Resti

LazisMu Gandeng Aisyiyah Kota Tegal Salurkan PMT bagi Ibu Hamil Resti

BERI BANTUAN-Koordinator Majelis Kesehatan PDA Aisyiyah, Apt. Dra. Hatmi Sulistiati memberikan bantuan untuk ibu hamil di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah, Kota Tegal, Selasa (27/1).--

TEGAL, diswayjateng.com - Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) melalui Koordinator Majelis Kesehatan menjalin kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu), Peduli Stunting dengan menyalurkan bantuan PMT bagi ibu hamil resiko tinggi (KEK dan Anemia).

Penyaluran itu dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil berisiko tinggi (resti) dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). 

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang akan dilaksanakan selama dua bulan ke depan. PMT disalurkan kepada sasaran ibu hamil yang membutuhkan dan dibagi ke dalam lima cabang Pimpinan Cabang Aisyiyah.

Diantaranya Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tegal Timur 1,Tegal Timur 2, Tegal Selatan, Tegal Barat dan Margadana. Penyaluran PMT tersebut juga disaksikan dan dihadiri PDM Kota Tegal, Dinkes, ,DPPKBP2PA dan Lazis MU.

Koordinator Majelis Kesehatan PDA Aisyiyah, Apt. Dra. Hatmi Sulistiati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Aisyiyah terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus dukungan nyata dalam upaya pencegahan stunting.

“Melalui kolaborasi dengan Lazis MU, kami berupaya membantu ibu hamil berisiko tinggi dan KEK agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Dan ini merupakan langkah preventif untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

PMT yang diberikan berupa susu bergizi dan rendang siap konsumsi yang mengandung protein hewani. Asupan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi ibu hamil sehingga berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan janin.

Hatmi menambahkan, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Dengan intervensi gizi yang tepat, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting dapat diminimalisasi.

PDA Aisyiyah berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya ibu hamil. Selain itu, sinergi dengan Lazis MU diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung berbagai program kesehatan dan pemberdayaan perempuan di wilayah setempat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: