Dishub Tegal Undang Penyewa Lahan Lapak Pedagang Loak Terminal Adiwerna

Dishub Tegal Undang Penyewa Lahan Lapak Pedagang Loak Terminal Adiwerna

POLICE LINE - Kabid Angkutan dan Terminal mengamati kondisi lapak pedagang loak Terminal Adiwerna yang masih terpasang police line.--

SLAWI, diswayjateng.com - Paska insiden kebakaran lapak pedagang loak di Terminal Adiwerna, Dinas Perhubungan melalui bidang Angkutan dan Terminal bakal mengundang semua pedagang yang selama ini menyewa lahan untuk aktifitas berdagang  barang loak.

Kepala Dinas Perhubungan, Elliya Hidayah SIP MM melalui Kabid Angkutan dan Terminal, Edy Widiyanto didampingi Kasi Angkutan Terminal Haris menyatakan, semua penyewa lahan di terminal Adiwerna yang selama ini beraktifitas untuk jual beli barang rongsok akan diundang untuk diberikan sosialisasi keamanan.

"Termasuk penataan lapak yang selama ini terkesan semrawut, dan memberi kesempatan pada mereka untuk berpikir ulang sebelum memulai kembali usahanya paska insiden kebakaran," ujarnya Senin (26/1).

Ditegaskan, bahwa selama ini pedagang loak sesuai perjanjian menyewa lahan di areal Terminal Adiwerna, yang sebelumnya beraktifitas di bahu jalan di seputar sentra Banjaran.

"Mereka hanya sewa lahan. Paska kebakaran mereka swadaya untuk membangun kembali lapaknya, sesuai dengan lahan yang disewa. Hingga saat ini lokasi lahan tersebut masih dipasang police line dan kami menunggu keterangan resmi dari pihak Inavis Polres Tegal terkait rincian jumlah kerugian insiden kebakaran tersebut," terangnya.

Dari hasil penghitungan ulang, seluruh lapak yang berjumlah 17 lapak terdampak dari insiden kebakaran tersebut.

"Mereka selama ini membayar sewa lahan per hari permeter Rp 200. Ada yang membayar harian, bulanan, maupun setahun sekali sesuai kemampuan pedagang," ungkapnya.

Sebelum terjadi insiden kebakaran lapak pedagang loak,  areal terminal Adiwerna sempat  dikunjungi Komisi III DPRD  Kabupaten Tegal.

"Kami usulkan drainase di terminal Adiwerna serta ruang tunggu penumpang yang diupayakan bisa terealisasi dengan dukungan anggaran ubahan APBD II. Untuk keberadaan kios yang ada di terminal Adiwerna saat ini tercatat ada 57 kios dan terisi semua. Dan untuk pemberangkatan bus di terminal Adiwerna  untuk pagi hari pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB, sementara malam hari pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB," terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait