Tabuh Genderang Perang di Pati, KPK Bongkar Rentetan Korupsi di Bumi Mina Tani

Tabuh Genderang Perang di Pati, KPK Bongkar Rentetan Korupsi di Bumi Mina Tani

Penyidik KPK membawa koper berisi barang bukti dari penggeledahan di koperasi Pati. --

PATI, diswayjateng.id- Perkara dugaan pemerasan dalam seleksi pengisian perangkat desa (Perades) yang menjerat Bupati nonaktif Sudewo, benar benar membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geram. 

Kasus pemerasan jual beli jabatan pengisian Perades yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Pati Jawa Tengah dan nasional ini, tampaknya telah menggurita dan diduga banyak pihak yang terlibat. 

Selain Sudewo yang telah ditetapkan tersangka, komisi anti rasuah ini juga telah menahan tiga tersangka lainnya terkait perkara itu. Ketiganya adalah berprofesi sebagai kepala desa (Kades) di Pati. 

Tiga tersangka yang kini ditahan di Rutan KPK, yakni Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono, Kades Arumanis Sumarjion dan Kades Sukorukun Karjan. 

Dari dugaan pemerasan dengan para korbannya calon Perades, KPK menyita uang tunai Rp2,6 miliar yang ditaruh dalam karung dan tas kresek oleh tersangka pada Senin (19/1/2026). 

Karena diduga banyak pihak yang terlibat dalam perkara tersebut, KPK kembali mengembangkan penyelidikan terkait aliran uang panas hasil pemerasan. 

KPK mengembangkan penggeledahan untuk melengkapi alat bukti kasus tersebut ke sejumlah lokasi di Kabupaten Pati sejak Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/01/2026). 

Kedatangan tim penyidik KPK untuk membongkar rentetan korupsi di Kota Pati ini, tentu saja membuat heboh masyarakat di wilayah yang berslogan Bumi Mina Tani. 

Penggeledahan kali ini menyasar kantor Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Artha Bahana Syariah di Jalan Pati-Gabus, Desa Semampir, Kecamatan Pati.

Kedatangan KPK di kantor KSPPS Artha Bahana Syariah pada Sabtu (24/1/2026), berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Penggeledahan ini juga mendapat kawalan ketat dari aparat Polresta Pati. 

Kehadiran penyidik KPK mengobok obok kantor koperasi milik salah satu pengusaha yang juga Timses Pemenangan Bupati Pati nonaktif Sudewo ini, membuat penasaran warga. 

Ratusan warga pun berdatangan untuk menunggu tim penyidik KPK keluar dari kantor koperasi. Warga memadati halaman dan area yang berdekatan kantor KSPPS Artha Bahana Syariah. 

Kedatangan ratusan warga sempat membuat lalu lintas jalan raya tersendat. Kerumunan warga juga membuat pengendara motor dan mobil yang melintas pun banyak yang berhenti, untuk ikut melihat KPK menggeledah kantor koperasi. 

Tepat pukul 20.00 WIB, sejumlah tim penyidik KPK beranjak keluar dari kantor koperasi. Mereka membawa keluar 5 koper serta sebuah kardus dibawa masuk ke dalam dua mobil yang telah disiapkan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait