Bencana Masih Mengintai Nyawa Warga, Status Darurat Bencana Pati Diperpanjang
Relawan dan polisi salurkan bantuan ke lokasi banjir di Pati--
PATI, diswayjateng.com - Status darurat bencana di Kabupaten Pati dipetrpanjang. Hal ini karena potensi bencana berupa banjir, longsor dan angin puting beliung masih mengancam di Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Hal itu terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menandatangani Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0062 Tahun 2026 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam, pada Sabtu (24/1/2026).
PLT Bupati Risma menyebut alasan memperpanjang status tersebut, sebagai dasar hukum penanganan bencana berupa banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang masih berlangsung di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani itu.
Menurut Risma, perpanjangan status tanggap darurat itu ditetapkan untuk periode 24 Januari 2026 hingga 6 Februari 2026.
Tujuannya dimaksudkan agar seluruh perangkat daerah serta unsur terkait, memiliki landasan yang kuat dalam melaksanakan langkah-langkah penanganan bencana secara terpadu.
“Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana di lapangan,” ujar Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Risma mengakui bahwa durasi status tanggap darurat tidak bersifat kaku. Selain itu, dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, baik diperpanjang kembali maupun diperpendek sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan bencana.
“Status ini bisa saja kami perpanjang kembali atau justru kami perpendek, tergantung pada evaluasi dan kebutuhan penanganan di lapangan,” tegas Risma.
Melalui kebijakan tersebut, kata Risma, Pemkab Pati berharap proses penanganan bencana berjalan lebih efektif, responsif dan tepat sasaran. 
Plt Bupati Pati Risma Ardi terus memantau lokasi banjir yang merendam wilayahnya. --
Banjir Rendam Pantura Pati
Banjir masih menggenangi jalur Pantura Pati–Juwana. Meski demikian, Satlantas Polresta Pati memastikan arus kendaraan dari kedua arah tetap lancar dan terkendali.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan di lokasi terdampak.
Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok mengaku mengerahkan personel pengamanan dan pengaturan arus kendaraan di jalur utama Pantura tersebut.
“Sejak pagi anggota sudah kami siagakan di lokasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan aman dan lancar,” kata Kompol Riki.
Kompol Riki menambahkan, Satlantas juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas apabila debit air meningkat dan mengganggu mobilitas pengguna jalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: