Seorang Pria Ditemukan Tewas Saat Terjadi Banjir Bandang di Pulosari Pemalang

Seorang Pria Ditemukan Tewas Saat Terjadi Banjir Bandang di Pulosari Pemalang

Pria tewas diantara material banjir bandang di Pulosari Pemalang-Istimewa-

PEMALANG, diswayjateng.com – Seorang pria tewas diduga terseret air saat terjadi banjir bandang dari luapan Sungai Gintung. Jasad tersebut ditemukan di antara material sisa banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten PEMALANG, Jumat malam (23/01).

Saat dihubungi melalui pesan pendek Sabtu pagi  (24/01), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, membenarkan adanya peristiwa banjir bandang tersebut dan ada  korban meninggal dunia dalam peristiwa itu. Namun hingga saat ini, identitas korban masih dalam proses pendataan.

“Korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki, masih diidentifikasi,” kata Agus.

Agus menerangkan, intensitas hujan yang tinggi terjadi di lereng Gunung Slamet, sejak Jumat pagi (23/01), membuat aliran sungai meluap. Korban tewas di duga akibat terbawa arus banjir.

Jasad korban ditemukan oleh warga setemlat, tergeletak di antara material sisa banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

“Korban ditemukan di aliran Sungai Gintung. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit,” terangnya.

Korban dengan jenis kelamin laki-laki ini, kemudian di evakuasi petugas dan relawan ke RS Moga untuk dilakukan proses identifikasi.

Perlu diketahui, Sungai Gintung berhulu langsung dari kawasan Gunung Slamet. Debit air sungai meningkat tajam menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pemalang sejak pagi hingga malam hari.

BPBD Kabupaten Pemalang  masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

“Kita masih melakukan pantauan terdampak banjir bandang itu,” jelasnya.

Banjir besar di Sungai Gintung, beredar luas di media sosial pada Jumat sore, membawa material bebatuan besar serta kayu-kayu dari kawasan hutan lereng Gunung Slamet.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait