Festival Durian Cempoko Gunungpati Digelar Tiga Hari, Ada Lomba Makan hingga Kontes Durian Unggul
Festival durian Semarang akan kembali diselenggarakan di Shelter Kukiner Cempoko, Gunungpati pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id – Pecinta durian di Kota Semarang dan sekitarnya bersiap meramaikan Festival Durian Cempoko Gunungpati yang akan digelar selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Shelter kuliner Cempoko.
Festival tahunan ini menjadi ajang kebanggaan petani dan pedagang durian di wilayah Gunungpati, sekaligus ruang promosi durian lokal kepada masyarakat luas.
Ketua Panitia Festival Durian Cempoko Gunungpati, Sutarjo, mengatakan festival tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap petani durian lokal, meski hasil panen tahun ini menurun akibat curah hujan tinggi.
“Festival ini sudah menjadi agenda tahunan dan kebanggaan masyarakat Gunungpati. Tahun ini panen durian memang kurang maksimal karena hujan hampir setiap hari, tetapi festival tetap kami laksanakan,” ujar Sutarjo kepasa Diswayjateng.id, Jumat 23 Januari 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada festival kali ini tidak digelar kirab budaya. Panitia mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan peserta, terutama anak-anak yang biasanya terlibat dalam arak-arakan.
Rangkaian kegiatan festival akan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Semarang,Agustina Wilujeng Pramestuti dilanjutkan dengan pentas seni dan berbagai lomba.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain kontes durian terenak, lomba makan durian tercepat, pelatihan pembuatan pancake durian, senam massal, serta lomba mewarnai tingkat PAUD. Selama festival berlangsung, pengunjung juga akan dihibur dengan live music dan tarling setiap hari.
Untuk lomba makan durian tercepat, panitia membatasi peserta maksimal 60 orang. Syaratnya, peserta harus sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi, serta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp20.000.
“Tahun ini teknis lomba kami ubah. Durian sudah disiapkan di lapak, jadi peserta tidak perlu membuka sendiri agar lebih aman dan tidak melukai tangan,” jelas Sutarjo.
Selain lomba makan, festival juga menghadirkan pasar durian yang diisi sekitar 16 lapak, dengan 11 lapak telah terdaftar. Sebagian besar berasal dari Gunungpati, sementara lainnya dari Brongkol (Kabupaten Semarang), Boja (Kendal) dan Mijen.
Menurut Sutarjo, keterlibatan petani dari luar daerah bertujuan untuk memberikan pembanding kualitas durian lokal Gunungpati dengan durian dari wilayah lain, sekaligus mengantisipasi keterbatasan panen tahun ini.
Durian unggulan Gunungpati yang ditampilkan dalam festival antara lain durian Malika dan durian Monti. Meski kualitas durian Malika tahun ini menurun akibat cuaca, pengembangan bibit terus dilakukan agar panen ke depan lebih optimal.
“Untuk harga, panitia tidak mematok harga khusus. Namun kami menyiapkan durian dengan harga mulai sekitar Rp100 ribu untuk 4 buah durian agar tetap terjangkau masyarakat,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: