Viral di Medsos, Kapibara 'Masbro' Kini Bisa Dilihat Langsung di Safari Beach Jateng Batang

Viral di Medsos, Kapibara 'Masbro' Kini Bisa Dilihat Langsung di Safari Beach Jateng Batang

Kapibara mas bro yang viral di medsos bisa disaksikan di Safari Beach Jateng-ist-

BATANG, diswayjateng.com - BATANG kembali punya magnet wisata baru yang tak terduga, kali ini bukan dari wahana atau pertunjukan, melainkan dari satwa lucu yang viral di media sosial.

Lima ekor kapibara, satwa pengerat terbesar di dunia yang populer dengan julukan “Masbro”, resmi menjadi penghuni baru Safari Beach Jateng (SBJ) Batang.

Kehadiran kapibara ini langsung menyedot perhatian warga Kabupaten Batang dan daerah sekitarnya yang penasaran ingin melihat langsung tingkah santai sang “Masbro”.

Kapibara tersebut ditempatkan di area depan Pantai Safari Beach Jateng, sehingga mudah diakses dan menjadi salah satu titik favorit pengunjung.

BACA JUGA: DPRD Batang Iuran Logistik untuk Korban Banjir, Dapur Umum Jadi Prioritas

BACA JUGA: Safari Beach Jateng di Batang Diserbu Ribuan Wisatawan di Awal 2026, Lumba-Lumba Jadi Magnet

Setiap hari, lima ekor kapibara itu tampak selalu bergerombol, berjalan beriringan, makan bersama, hingga berdiam diri tanpa banyak bergerak.

Kebiasaan hidup berkelompok inilah yang membuat banyak pengunjung merasa gemas sekaligus terhibur.

Dokter Hewan Safari Beach Jateng Batang, Danny Bagus Wibowo, menjelaskan bahwa kehadiran kapibara di SBJ bukan sekadar koleksi satwa baru.

Menurut Danny, kapibara didatangkan melalui skema kerja sama pertukaran satwa atau breeding loan dengan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

BACA JUGA: Sigandu dan Forest Kopi Jadi Fokus, Satlantas Batang Siapkan Skema Lalu Lintas Wisata

BACA JUGA: Ngonten Akhir Tahun 2025, Komunitas Kijang +62 Terpesona Pantai Sigandu dan KEK Industropolis Batang

“Kami mendatangkan lima ekor kapibara dari Ragunan, dan sebagai gantinya SBJ mengirimkan dua ekor sapi Watusi ke sana,” ujar Danny saat ditemui di SBJ Batang, Jumat 23 Januari 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pertukaran dilakukan sesuai standar kesejahteraan satwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait