Satgas MBG Grobogan: Ada Kontaminasi Bakteri e Coli pada Makanan Penyebab Keracunan Massal di Gubug

Satgas MBG Grobogan: Ada Kontaminasi Bakteri e Coli pada Makanan Penyebab Keracunan Massal di Gubug

Ketua Satgas MBG Kabupaten Grobogan, Sugeng Prasetyo, saat menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus keracunan menu MBG dalam konferensi pers di depan kantor Wakil Bupati Grobogan, Rabu (22/1/2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Grobogan, Sugeng Prasetyo menyampaikan terkait hasil pemeriksaan laboratorium pada menu MBG dari SPPG Kwaron 1 yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kecamatan Gubug belum lama ini.

"Dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri E-Coli di sampel air minum dan beberapa menu makanan yaitu nasi kuning, telur dadar, lalapan selada, timun, dan tempe keripik,” ujarnya saat konferensi pers di depan kantor Wakil Bupati (Bupati) Grobogan, Rabu siang (22/1/2026).

Sugeng menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima Satgas MBG Grobogan, sebanyak 804 penerima manfaat mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare, pusing, lemas, setelah mengkonsumsi makanan yang didistribusikan oleh SPPG Kuwaron 1.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 orang harus menjalani perawatan di puskesmas hingga rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,“ sambungnya.

Selain pengambilan sampel makanan serta air minum untuk pemeriksaan laboratorium, Sugeng menjelaskan, tim kesehatan lingkungan dan surveilans Dinas Kesehatan Grobogan juga telah melakukan penyidikan epidemiologi dan investigasi kesehatan lingkungan.

"Pemkab Grobogan lewat Satgas MBG sudah melakukan penanganan medis terhadap seluruh korban terdampak," tegas Sugeng yang juga selaku Wabup Grobogan.

Lebih lanjut, Sugeng menambahkan, termasuk pembinaan dan pengawasan pada penerapan higienis dan sanitasi di setiap SPPG. Kemudian, penegakan SOP di masing-masing SPPG, maupun memastikan siklus menu untuk setiap tujuh hingga sepuluh hari.

"Kami juga akan terus memantau dan koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta seluruh SPPG agar memenuhi SOP dengan benar," pungkasnya.

Turut mendampingi Wabup Sugeng, diantaranya Sekda Grobogan Anang Armunanto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Djatmiko, beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) Grobogan Suwarno.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: