Banjir Griya Nagita Batang Tembus 2,5 Meter, Warga Rumah Subsidi Terancam Pindah
Perumahan subsidi Griya Nagita Batang terendam banjir hingga 2,5 meter-Disway Jateng/Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.com - Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, menjadi lokasi terdampak banjir yang cukup parah. Ketinggian air di perumahan subsidi itu mencapai 2,5 meter. Saat ini sudah surut.
Akibatnya, Lantai rumah, dinding, hingga halaman di kawasan banjir Griya Nagita Batang masih dilapisi lumpur cokelat tebal yang mengeras.
Kholik (37), salah satu warga terdampak banjir Griya Nagita Batang, membersihkan halaman rumahnya yang berubah rupa menjadi kubangan lumpur dan sampah kiriman sungai.
Bagian dalam rumah Kholik tak luput dari amukan air karena lumpur menumpuk tebal hingga merusak hampir seluruh perabot rumah tangga.
“Semalam itu banjir paling parah, tingginya sampai 2,5 meter, ini yang terburuk dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Kholik, Rabu 21 Januari 2026.
BACA JUGA: Unik, Guru SMK Batik Miftahul Ulum Batang Ajarkan Bahasa Inggris di Gazebo
BACA JUGA: Atap SLB Batang Ambruk di Tengah Jam Belajar, Tidak Ada Korban
Ia mengaku sejak awal 2026 rumahnya sudah tiga kali terendam, namun banjir kali ini datang lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih merusak.
Air mulai menggenangi kawasan perumahan sekitar pukul 20.00 WIB sebelum akhirnya masuk ke rumah warga dua jam kemudian.
“Waktu itu saya masih nonton TV sama anak, pas lihat ke luar jalan sudah tergenang, saya langsung fokus selamatkan anak dan motor,” ujarnya.
Di rumah sederhana itu, Kholik tinggal bersama istri dan empat anak yang sebagian harus terpisah saat banjir datang.
“Barang apa pun nggak kepikiran, yang penting anak aman,” tuturnya.
Air memang surut sekitar pukul 05.00 WIB, tetapi meninggalkan lumpur tebal dan bau tak sedap di hampir seluruh sudut rumah.
“Kerugian saya kira sampai Rp35 juta, semua perabot rusak,” ucap Kholik tanpa berusaha melebih-lebihkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: