Unik, Guru SMK Batik Miftahul Ulum Batang Ajarkan Bahasa Inggris di Gazebo

Unik, Guru SMK Batik Miftahul Ulum Batang Ajarkan Bahasa Inggris di Gazebo

SMK Batik Miftahul Ulum Batang menerapkan pembelajaran luar kelas-IST-

BATANG, diswayjateng.com - SMK Batik Miftahul Ulum kembali menunjukkan denyut hidup pendidikan dengan menggelar pembelajaran Bahasa Inggris di luar kelas bersama guru Hizbul Islam. Guru Bahasa Inggris SMK Batik Miftahul Ulum, Hizbul Islam, memilih gazebo sekolah yang asri sebagai ruang belajar alternatif yang jauh dari kesan formal dan kaku.  

"Tujuannya siswa sebagai subjek aktif pembelajaran, bukan sekadar pendengar yang duduk diam di bangku kelas,"tuturnya, Rabu 21 Januari 2026.

Hizbul melalui kegiatan ini berupaya memutus kejenuhan yang kerap muncul akibat rutinitas pembelajaran konvensional. 

Pembelajaran Bahasa Inggris di luar kelas ini dirancang sederhana namun penuh makna dengan pendekatan dialogis dan interaksi langsung.  

BACA JUGA: Banjir Batang Rendam Klidang Lor, Wabup Suyono Turun Tangan Evakuasi Warga

BACA JUGA: Liga 1 Bhimasena PSSI Kabupaten Batang 2026 Resmi Digelar, 20 Klub Bertarung jadi Juara

Gazebo sekolah yang biasanya hanya menjadi tempat bersantai disulap menjadi ruang belajar yang hidup dan penuh percakapan.  

"Suasana belajar terasa lebih santai tanpa mengurangi substansi materi yang kami sampaikan,"jelasnya.

Hizbul Islam menyampaikan materi dengan gaya komunikatif yang memancing respons dan keberanian siswa untuk berbicara.  

Menurut Hizbul Islam, belajar di luar kelas memberi efek psikologis yang menenangkan bagi siswa.  

“Belajar di luar kelas memberi efek positif bagi pikiran siswa, mereka lebih rileks dan lebih mudah memahami materi yang diberikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Minim Koordinasi, DPRD Batang Soroti Proyek Jaringan Gas APBN

BACA JUGA: Jadi Saksi Nikah, Bupati Batang M Faiz Kurniawan Beri Pesan pada Bayhaqi Hamzah dan Andien

Ia menilai ketenangan batin menjadi kunci penting agar siswa mampu menyerap pelajaran secara optimal. Dengan jumlah siswa yang tidak banyak, proses pembelajaran justru berjalan lebih intens dan personal.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait