Ketika Perantau Pulang dengan Kepedulian, Harapan Mengalir di Lereng Guci Tegal

Ketika Perantau Pulang dengan Kepedulian, Harapan Mengalir di Lereng Guci Tegal

BANTUAN - Sejumlah warga Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal mendapat bantuan dari perantau Tegal di Jabodetabek yang tergabung dalam PS dan PKKT, Sabtu (17/1/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com - Kabut sore perlahan turun di lereng kawasan wisata Guci, Sabtu (17/1/2026). Di tengah hawa dingin Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, kehangatan justru terasa dari uluran tangan para perantau yang pulang dengan kepedulian

Ratusan paket sembako dibagikan, menyapa warga yang selama beberapa waktu terakhir harus bertahan di tengah lesunya roda ekonomi.

Solidaritas itu datang dari Paguyuban Slawi (PS) dan Perkumpulan Keluarga Kabupaten Tegal (PKKT), wadah perantau Tegal di Jabodetabek.

Mereka pulang membawa kepedulian melalui bakti sosial, menyasar warga kurang beruntung di Desa Rembul, wilayah yang tak terpisahkan dari kawasan wisata Guci.

Ketua Paguyuban Slawi, AKBP (Purn) Sudiyono, SH, MH, menuturkan bahwa Desa Rembul dipilih bukan tanpa alasan. Setelah viral banjir bandang beberapa waktu lalu, kawasan Guci sempat diterpa ketakutan publik.

Kabar di media sosial membuat wisatawan enggan datang, meski banjir hanya terjadi di aliran Sungai Kali Gung dan tidak merusak objek wisata.

“Desa Rembul berada di kawasan Guci. Setelah viral banjir bandang, kawasan wisata ini sempat sepi pengunjung. Dampaknya langsung dirasakan warga,” ujar Sudiyono.

Sebagian besar warga Rembul menggantungkan hidup dari sektor informal, terutama berdagang di sekitar objek wisata. Ketika wisata sepi, penghasilan mereka ikut terjun bebas.

Bendahara Paguyuban Slawi, Slamet Susmanto, menyebut pemilihan lokasi bakti sosial juga atas arahan Camat Bojong, Muhammad Todirin.

“Mayoritas warga Desa Rembul adalah pedagang kecil di kawasan Guci. Begitu wisatawan berkurang, penghasilan mereka langsung turun,” kata Slamet.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 paket sembako dibagikan, dengan total beras lebih dari satu ton. Tak hanya itu, perantau Tegal juga menyumbangkan mushaf Al-Qur’an serta karpet sepanjang 200 meter untuk pondok pesantren di Desa Rembul.

Bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Rembul, H. Ibnu Efendi, disaksikan Komandan Koramil Bojong.

Bagi warga, bantuan itu bukan sekadar beras dan kebutuhan pokok. Ia menjadi penanda bahwa mereka tidak sendiri. Siti Aminah (56), salah satu penerima bantuan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait