Banjir Pati Rendam 136 Desa, BNPB Siap Benahi Infrastruktur
Kunjungan Kepala BNPB disambut gembira Bupati Sudewo untuk membantu penanganan banjir di Pati. --
PATI, diswayjateng.com - Bencana banjir telah merendam 136 desa dengan sekitar 78.000 rumah terdampak di Kabupaten Pati dalam sepekan ini. Dalam bencana ini, dua orang meninggal dunia dan warga mengungsi 6.800 orang.
Paparan itu diungkapkan Bupati Pati Sudewo kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto. Mereka. meninjau sejumlah titik banjir dan lokasi pengungsian di Kabupaten Pati.
Menurut Sudewo, bencana banjir dan longsor juga membuat rumah warga rusak. Hingga saat ini, jumlahnya terus bertambah dan mencapai lebih dari 1.000 unit.
Data rumah rusak akibat bencana tersebut, segera dilaporkan Bupati Sudewo kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk ditindaklanjuti.
Sudewo menegaskan, Pemkab Pati berupaya maksimal memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana yang tinggal di sejumlah posko pengungsian. Kebutuhan itu mulai dari makanan, sandang hingga pengungsian.
“Tanggul-tanggul kecil yang jebol kami tangani secara darurat, dan untuk penanganan permanen akan dibantu BNPB,” terang Sudewo.
Ia menambahkan, kehadiran BNPB telah memberikan penanganan darurat pada jembatan putus dan tanggul jebol yang bersifat vital di wilayah Pati.
“Seperti yang disampaikan Kepala BNPB, segala sesuatunya akan dibantu oleh Pemerintah Pusat. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian kepada warga Kabupaten Pati yang terdampak banjir,” ucap Sudewo.
Merespon hal itu, Kepala BNPB Suharyanto melihat penanganan pengungsian di Kabupaten Pati berjalan baik.
“Dapur umum berjalan terus, sekali masak bisa sampai 2.000 porsi. Logistik, makanan dan kebutuhan lainnya dalam kondisi baik,” ujar Suharyanto.
Suharyanto juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk listrik tetap terpenuhi.
Ditargetkan dalam dua pekan ke depan, kata Suharyanto, tidak ada lagi jalan dan jembatan terputus melalui pembangunan infrastruktur darurat.
"Pengajuan infrastruktur permanen yang datanya telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Pati ke Pemerintah Pusat" tukas Suharyanto. 
Banjir merendam ribuan rumah yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pati. --
Dalam peninjauan sebelumnya, Bupati Sudewo memantau titik banjir di Desa Gempolsari Kecamatan Gabus, Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo Kecamatan Pati serta Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

