1.000 Bibit Pohon Siap Ditanam di Lereng Merbabu
DIINISIASI : Diinisiasi Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli, gerakan 1.001 Pendaki Tanam Pohon (1001 PTP) di lereng Gunung Merbabu, Sabtu 17 Januari 2026. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
UNGARAN, diswayjateng.com - Sedikitnya, 1.000 bibit pohon siap ditanam di kawasan lereng Gunung Merbabu, Sabtu 17 Januari 2026.
Diinisiasi Komunitas Gugur Gunung Salatiga Peduli, gerakan 1.001 Pendaki Tanam Pohon (1001 PTP) itu berlangsung hingga Minggu 18 Januari 2026.
Penanaman 1.000 bibit pohon merupakan aksi ke-11 kalinya itu, melibatkan para pecinta alam dan lingkungan.
Ada pun, titik yang akan dijadikan area penanam yakni lereng Gunung Merbabu di Bukit Delok, Dusun Sokowolu, Kelurahan Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Ketua Panitia penyelenggara Purwanti Kusumaningtyas mengatakan, Bukit Delok salah satu kawasan yang paling banyak terbakar dan vegetasinya rusak parah ketika terjadi kebakaran hutan di Gunung Merbabu akan menjadi tempat reboisasi ini.
"Ada pun rangkaian kegiatan 1.001 PTP ke-11 meneruskan tradisi yang sudah berjalan selama satu dekade," ungkap Purwanti Kusumaningtyas.
Selanjutnya, kegiatan dirangkum meliputi bakti sosial, sarasehan dan diskusi tentang konservasi dan pelestarian alam, pentas seni di hari pertama.
Sementara, kegiatan mengangkat tema "Menanam, Menyulam Warisan", di hari ke-dua, puncak acara penanaman diawali dengan apel relawan dilanjutkan dengan acara inti penanaman lebih dari 1.000 bibit pohon endemik Merbabu yaitu pohon puspa.
Selain itu juga ada pohon kakao dan afrika yang akan dibagikan ke warga sekitar. Gerakan penanaman 1.000 bibit pohon ini, sekaligus sebagai upaya meyebarluaskan semangat menanam dan menjaga alam ke berbagai lapisan.
"Semua bibit ini adalah bantuan dari Yayasan Kayuwangi yang selalu mendukung konservasi di Salatiga dan sekitarnya," ujarnya.
Purwanti menyebutkan, aksi bertajuk "1.001 Pendaki Tanam Pohon yang ke-11" menjadi momentum spesial untuk semua lawan lintas komunitas yang terlibat.
Rangkaian kegiatannya sendiri, telah dimulai sejak awal bulan November tahun lalu.
Di tempat yang sama, Koordinator lapangan Ayub Rusyanto menambahkan, panitia bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan perhelatan ini.
Pada hari Minggu, (11/1) lebih dari 60 orang dari warga masyarakat Sokowolu, relawan, dan panitia serta pihak Taman Nasional Gunung Merbabu telah melakukan kegiatan pra-tanam.
Relawan dan warga serta panitia juga akan membangun toilet darurat untuk membuat lokasi berkemah cukup ramah kepada peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
"Selain tentunya, menyiapkan lebih dari 1.000 lubang tanam bibit berikut acir sebagai penanda serta lokasi tanam serta lokasi mengundang bagi peserta yang ingin menginap," paparnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

