Dua Rumah Warga Pegunungan Muria Diterjang Longsor, Begini Peringatan BPBD Kudus
Alat berat sedang mengeruk material longsoran yang menimpa rumah warga di Pegunungan Muria. --
KUDUS, diswayjateng.com - Hujan deras yang masih mengguyur wilayah Pegunungan Muria di Kabupaten Kudus dalam sepekan ini kembali memicu bencana. Kali ini mengakibatkan dua rumah warga Pegunungan Muria rusak parah diterjang longsor.
Dua rumah warga yang berada di lereng Muria ini, yakni milik Sujadi (47) dan Jumari (62) Desa Colo RT 5 RW 1 Kecamatan Dawe. Peristiwa tersebut terjadi, saat intensitas hujan masih tinggi sejak malam sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat bahwa longsor ini sebagai bagian dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Muria Raya sejak awal Januari 2026.
Intensitas hujan yang sangat tinggi membuat struktur tanah di Pegunungan Muria menjadi jenuh air, gembur dan mudah bergerak. Kondisi itu memicu longsoran di sejumlah titik rawan bencana.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji menjelaskan, dua rumah terdampak pergerakan tanah milik warga Desa Colo.
“Dua rumah mengalami dampak langsung pergerakan tanah yang mengakibatkan struktur dinding rumah warga jebol tertimpa material longsor,” ujar Munaji pada Kamis (15/1/2026).
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Saat longsor terjadi, para penghuni rumah berada di bagian bangunan yang tidak terdampak longsoran tanah.
Sebelum kejadian longsor, kata Munaji, sebenarnya telah muncul tanda-tanda awal berupa retakan tanah di sekitar lokasi rumah warga. Namun, tanda tersebut sering kali dianggap sepele, karena tidak langsung menimbulkan dampak besar.
“Retakan tanah merupakan peringatan dini. Jika ditemukan kondisi serupa, sebaiknya warga segera melaporkan ke aparat desa untuk diantisipasi,” terang Munaji. 
Pemukiman di lereng Pegunungan Muria rawan longsor seiring hujan lebat yang terjadi selama sepekan--
Munaji kembali mengingatkan masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan pegunungan, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
"Hujan dengan durasi panjang membuat tanah menyimpan banyak air, sehingga daya ikat tanah melemah dan rawan longsor, " imbuhnya.
Selain faktor hujan, sambung Munaji, derasnya aliran air dari lereng atas yang tidak terkelola dengan baik juga memperbesar potensi bencana.
“Kami terus mengimbau warga agar memeriksa kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama saat hujan deras berlangsung lama,” pinta Munaji.
BPBD Kudus memastikan terus melakukan pemantauan di wilayah rawan longsor dan berkoordinasi dengan masing masing pemerintah desa setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

