Ahmad Luthfi Tegaskan Sistem Merit di Jateng: Tak Ada Titip Jabatan, Langsung Dicoret

Ahmad Luthfi Tegaskan Sistem Merit di Jateng: Tak Ada Titip Jabatan, Langsung Dicoret

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan ucapan selamat kepada pejabat usai di Lantik di pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/1/2026-Istimewa/ Umar Dani -Humas Pemprov Jateng

SEMARANG, diswayjateng.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak bisa dinegosiasikan, apalagi dititipkan. Seluruh proses mutasi, rotasi, dan promosi aparatur sipil negara (ASN) harus berjalan sesuai sistem merit.

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat melantik lebih dari seribu pejabat ASN dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/1/2026).

“Tidak usah punya pemikiran bahwa birokrasi bisa direkayasa. Jabatan itu ditentukan oleh sistem merit, bukan titipan atau tawar-menawar,” tegas Ahmad Luthfi.

Ia memastikan seluruh pejabat yang dilantik telah melalui mekanisme dan memenuhi kualifikasi sesuai ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Dalam Negeri.

“Bapak-Ibu menduduki jabatan ini karena memenuhi kualifikasi dari BKN dan Kemendagri. Kalau tidak, sistem merit di Jawa Tengah tidak akan hidup. Jabatan harus ditentukan oleh profesionalisme,” ujarnya.

Ahmad Luthfi mengibaratkan birokrasi sebagai sebuah mesin yang hanya dapat berjalan optimal apabila didukung aparatur berkualitas.

“Kalau birokrasi itu motor, maka bahan bakarnya adalah ASN. Mesin Jawa Tengah ini harus diisi bahan bakar yang berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik percaloan jabatan maupun intervensi nonprosedural.

“Saya ingin pemerintahan yang clean and good governance. Siapa pun yang nitip jabatan langsung saya coret. Jangan coba-coba menawar,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa integritas dan pelayanan publik harus menjadi orientasi utama ASN. Menurutnya, keberhasilan birokrasi diukur dari kualitas layanan kepada masyarakat.

“Masyarakat adalah ndoro, ASN adalah pelayan. Birokrasi hadir untuk melayani dan menghindari keluhan publik,” ujar Luthfi.

Selain itu, ia mengingatkan ASN sebagai garda terdepan pembangunan daerah agar bekerja solid dan mengedepankan kerja tim.

“ASN adalah ujung tombak pembangunan Jawa Tengah. Semua harus bekerja dengan teamwork,” katanya.

Pelantikan tersebut diikuti oleh 1.049 pejabat, terdiri atas 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 380 Pejabat Administrator, dan 623 Pejabat Pengawas. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait