Keseruan Trauma Healing Anak anak Korban Banjir di Kudus

Keseruan Trauma Healing Anak anak Korban Banjir di Kudus

Anak anak diajak bermain dan bergembira oleh polisi dan anggota Polwan di lokasi pengungsian. --

KUDUS, diswayjateng.com- Ratusan anak anak warga korban banjir yang tinggal di sejumlah lokasi pengungsian, diajak bermain dan bergembira oleh sejumlah polisi dan anggota Polwan. 

Kegiatan psikososial dan trauma healing yang dikemas melalui beragam permainan ini, untuk memulihkan kondisi psikologis anak anak korban banjir agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. 

Pendampingan dilakukan oleh Tim Psikologi Biro SDM Polda Jateng, yang didukung Tim Trauma Healing Polres Kudus pada Kamis (15/2026). 

Sejumlah lokasi pengungsian menjadi sasaran kegiatan. Diantaranya di Posko Pengungsian aula Gedung DPRD Kudus, TPQ Kuriyathul Fikri Desa Pasuruhan Lor, serta Gedung NU Center Desa Loram Kulon.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan berbagai permainan edukatif dan motivasi. Selain itu, bingkisan makanan ringan kepada anak-anak pengungsi. 

Tim juga memberikan edukasi terkait kemandirian dan kebersihan diri kepada anak anak, selama mereka berada di pengungsian. 

"Kegiatan psikososial ini untuk membantu masyarakat khususnya anak-anak, agar tetap ceria dan mampu melewati masa sulit akibat bencana, " ujar Kabag Psikologi Biro SDM Polda Jateng, AKBP Ahli Rumekso. 

Menurut Ahli, pendampingan ini diharapkan meminimalisir dampak trauma, serta membantu proses pemulihan mental para pengungsi. 

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menambahkan, Polri hadir dalam aspek pengamanan dan kegiatan kemanusiaan.

“Kami berkomitmen hadir membantu masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan perhatian agar warga terdampak banjir bisa segera pulih dan bangkit,” kata AKBP Heru. 
Kegiatan bermain dan hiburan dilakukan Tim Psikologi Biro SDM Polda Jateng dan Tim Trauma Healing Polres Kudus. --

Warga Korban Banjir Terhibur

Sementara itu, salah satu warga pengungsi, Siti Aminah, mengaku sangat terbantu adanya kegiatan yang menyasar anak-anak di lokasi pengungsian. 

“Anak-anak jadi senang, tidak terus-terusan sedih dan bosan di pengungsian. Kami sebagai orang tua merasa lebih tenang. Terima kasih kepada Polri dan tim psikologi yang sudah peduli dengan kami,” ucapnya.

Kegiatan psikososial ini mendapat respons positif dari para pengungsi. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan itu. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait