Pintu Air Tanggulangin Tumpuan Pengendalian Banjir di Kudus

Pintu Air Tanggulangin Tumpuan Pengendalian Banjir di Kudus

Kondisi debit air di Pintu Air Tanggulangin yang berada di bantaran Sungai Wulan Kudus--

KUDUS, diswayjateng.com- Kondisi pintu air Tanggulangin di Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, menjadi salah satu harapan untuk mengendalikan banjir yang melanda di wilayah setempat.

Keberadaan pintu air pengendali banjir ini berada di bantaran Sungai Wulan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak.

Keberadaan pintu air Tanggulangin ini, berfungsi menurunkan ketinggian genangan banjir di wilayah terdampak. 

Operasional pengendalian banjir di Pintu Air Tanggulangin dilakukan pengecekan oleh Bupati Kudus, Samani Intakoris pada Kamis (15/1/2026). 

Sam’ani ingin memastikan seluruh langkah teknis pengendalian banjir berjalan optimal. Upaya pengendalian banjir dilakukan melalui pengoperasian seluruh pintu air.

Di kawasan pintu air Tanggulangin juga dioperasionalkan lima unit pompa. Keberadaan pompa ini berkapasitas 5,5 meter kubik per detik selama kurang lebih tujuh jam. 

Aktifitas ke lima pompa air ini mampu menurunkan ketinggian air hingga sekitar 30 sentimeter.

“Kami mengecek langsung Pintu Air Tanggulangin untuk memastikan pengoperasian pintu air dan pompa berjalan optimal," ujar Samani. 

Bupati Samani menyebut, penanganan banjir dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Kudus bersama TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan relawan. 

Dari data BPBD Kudus melaporkan hingga saat ini terdapat tujuh titik pengungsian. Sedangkan jumlah pengungsi sementara mencapai 650 warga yang tersebar di sejumlah lokasi. 

Samani menyebut bahwa kondisi para pengungsi terpantau baik. Mereka juga mendapatkan layanan kesehatan serta pemenuhan gizi juga terpenuhi selama beradi di lokasi pengungsian.

“Kami terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, BBWS dan relawan agar pengendalian banjir berjalan cepat dan efektif, " tukasnya. 
Kawasan pintu air Tanggulangin dioperasionalkan lima unit pompa penyedot banjKudus--

Sementara itu, Direksi Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Nizar Raharjo menjelaskan, pengendalian banjir dilakukan maksimal dengan mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia di tengah sejumlah kendala di lapangan.

“Pengoperasian dilakukan dengan membuka seluruh pintu air dan mengaktifkan lima unit pompa berkapasitas 5,5 m3 selama kurang lebih tujuh jam, " terang Nizar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait