Pemkab Grobogan Kucurkan Subsidi Kuliah untuk 84 Mahasiswa Sepanjang Tahun 2025
Kepala Bappeda Kabupaten Grobogan Afi Wildani. (Achmad Fazeri/diswayjateng.id)--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) GROBOGAN telah menyalurkan program subsidi kuliah bagi warga miskin yang memiliki prestasi akademik kepada 84 mahasiswa sepanjang tahun 2025.
Sebagai salah satu program prioritas pembangunan sumber daya manusia, puluhan mahasiswa asal Grobogan itu menerima bantuan biaya pendidikan yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi Kabupaten Grobogan.
Rinciannya, 20 mahasiswa menempuh studi di Universitas An Nur (UNAN), 12 mahasiswa di ITB-MG, 15 mahasiswa di STAIG, 16 mahasiswa di STISS, serta 21 mahasiswa di Universitas Terbuka.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Grobogan, Afi Wildani, menjelaskan sebanyak 63 mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp 2,5 juta per tahun, dan 21 mahasiswa Universitas Terbuka menerima bantuan dengan nominal berbeda-beda, menyesuaikan besaran SPP yang ditetapkan kampus.
“Setiap kampus memiliki kebutuhan yang berbeda. Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi tentu kebutuhannya tidak sama dengan mahasiswa yang masih mengikuti perkuliahan reguler. Itu yang menjadi pertimbangan kami,” jelasnya belum lama ini.
Afi menyebutkan, fokus utama Pemkab yaitu mahasiswa asal Grobogan yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi lokal. Saat ini ada lima kampus di Kabupaten Grobogan yang menjadi prioritas dalam program tersebut.
“Kami ingin memastikan anak-anak Grobogan, khususnya dari keluarga kurang mampu, tetap memiliki akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya,” katanya.
Lebih lanjut, Afi menyampaikan bahwa program ini juga menjadi stimulus agar para penerima terus menjaga bahkan meningkatkan prestasi akademiknya. Evaluasi pun dilakukan secara berkala, sehingga bantuan dapat berlanjut bagi mereka yang menunjukan peningkatan capaian.
“Kalau prestasinya meningkat, tentu akan kami berikan lagi. Namun kalau tidak, maka bantuan akan dialihkan kepada mahasiswa lainnya yang lebih membutuhkan,” tegasnya.
Afi menambahkan, ke depan program subsidi kuliah ini direncanakan tetap berlanjut dengan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau pendanaan dari Corporate Social and Responsibility (CSR).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
