BGN Akan Tanggung Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG di Grobogan, Asalkan...

BGN Akan Tanggung Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG di Grobogan, Asalkan...

PEMAPARAN: Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Karimah Muhammad menyampaikan paparan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi MBG 2026 di Pendapa Kabupaten Grobogan, pada Selasa (13/1/2026l. (Istimewa)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akan menanggung seluruh biaya perawatan korban keracunan MBG di Kecamatan Gubug, Kabupaten GROBOGAN sebesar Rp 100,7 juta selama pemerintah daerah tidak menetapkan insiden itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Karimah Muhammad dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi MBG 2026 di Pendapa Kabupaten Grobogan, pada Selasa (13/1/2026).

Lebih lanjut, Ari panggilan akrabnya, menekankan bahwa rumah sakit tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan suatu peristiwa sebagai KLB.

"Rumah sakit tidak berhak menyatakan KLB. Itu yang perlu digarisbawahi, Pak Bupati. Jika Pemda menyatakan KLB, maka menjadi tanggung jawab Pemda. Kalau tidak, BGN yang menanggungnya," jelasnya.

Ari menyampaikan, adapun skema pembiayaan telah dijalankan di beberapa daerah lain. Dimana, rumah sakit akan merinci seluruh biaya layanan kesehatan korban sebagai bahan mengajukan tagihan kepada Kepala BGN. Sedangkan SPPG terkait tak dibebani untuk menanggung biayanya.

"Nanti Kepala BGN akan memberikan disposisi ke bagian keuangan. Lalu bagian keuangan yang akan membayarnya," katanya.

Ari menyebutkan, pasca insiden besar awal tahun 2026 tersebut, BGN akan menurunkan tim khusus ke seluruh SPPG untuk menerapkan pendekatan inclusive of excellence, yakni upaya maksimal dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan.

"Kami tak pernah menyatakan bahwa program MBG akan zero accident. Itu terlalu muluk," cetusnya.

Selain itu, Ari menambahkan, BGN juga akan memperkuat pencegahan melalui kerja sama dengan Polres Grobogan yang telah dilengkapi alat rapid test, serta memberikan pelatihan khusus bagi seluruh penjaga makanan sebelum bulan Ramadhan mendatang.

"Mereka faktor yang paling kritis dan dominan. Maka, training khusus akan kami berikan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait