Menteri HAM Sebut SPPG Kurang Kompeten Sebagai Penyebab Keracunan MBG di Gubug

Menteri HAM Sebut SPPG Kurang Kompeten Sebagai Penyebab Keracunan MBG di Gubug

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (kiri) saat door stop dengan wartawan di RSUD dr Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (13/1/2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebutkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan sumber masalah utama dalam kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten GROBOGAN.

Yakni kurangnya profesionalisme dan kompetensi dalam proses pengolahan makanan oleh SPPG Kwaron.

Hal itu disampaikan Menteri HAM seusai menjenguk korban dugaan keracunan MBG yang masih dirawat di RSUD Soedjati Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (13/1/2026).

"Ternyata sumber utama dari masalah yang muncul adalah SPPG. Maka kami akan melakukan perbaikan sekaligus evaluasi total terhadap SPPG,” ujarnya

Pigai menyatakan, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap dugaan keracunan tersebut. Dari total 53 juta penerima manfaat MBG, ia mengakui ada kejadian serupa antara 50 hingga 100 kasus.

BACA JUGA:Buntut Kasus Keracunan MBG, Operasional SPPG Kwaron Gubug Dihentikan Sementara Waktu

BACA JUGA:Korban Dugaan Keracunan MBG di Grobogan Capai 803 Orang, 115 Masih Rawat Inap

"Meskipun persentasenya hanya sekitar 0,0017 persen, kami tetap akan kerjakeras untuk melakukan perbaikan terus menerus," sebutnya.

Pigai pun menekankan pentingnya standarisasi yang ketat agar penyedia makanan benar-benar bisa menjamin aspek higienis.

"Ketika seluruh SPPG profesional dan kompeten, mereka akan memberikan masakan yang higienis dan dimasak secara profesional. Ke depan, kejadian seperti sekarang tidak boleh terulang lagi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait