Buntut Insentif Guru Dihapus, Bung Teddy Beri Sindiran Menohok

Buntut Insentif Guru Dihapus, Bung Teddy Beri Sindiran Menohok

Mantan Ketua DPRD Salatiga dua periode Teddy Sulistyo. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.com - Buntut dihapusnya insentif guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Salatiga per Januari 2026 ini, mendapatkan respon menohok dari mantan Ketua DPRD Salatiga 2 periode, Teddy Sulistyo


Bahkan, Bung Teddy, demikian mantan Ketua DPC PDI-P Salatiga empat periode itu biasa disapa, menyindir sejumlah pihak yang memiliki kebijakan dianggap sebagai langkah ceroboh hingga insentif guru non ASN luput dalam penganggaran.  

"Ngisin-isini, montho duit wae ra jedag !. Garek ngecak’e wae ra jedag opomeneh golek” (Memalukan sekali, kok tidak punya uang sama sekali. Tinggal menganggarkan saja tidak berani (ragu/tegas), apalagi mencari)," ucap lantang Teddy Sulistyo, dengan nada geram, Selesa 13 Januari 2026. 

Teddy menyampaikan pemikirannya. Bahwa, ketika memang keputusan insentif guru non ASN tidak lagi dapat diakomodir di Anggaran Penetapan 2025 dan akan diupayakan di Anggaran Perubahan 2026, menurutnya ada cara lain diantaranya mekanisme penggunaan dana cadangan. 

BACA JUGA: Isu Insentif Guru Dialihkan Program MBG, Ketua Gerindra Salatiga Bantah Sebut Kurang Telitinya Tim Anggaran

BACA JUGA: 1.413 Guru di Salatiga Tidak Lagi Menerima Insentif Bulanan, Kadis Pendidikan : Tidak Ketersediaan Anggaran

"Kalau penetapan sudah di "dog" ya harus nunggu rapelan utk dianggarkan diperubahan atau mungkin pakai mekanisme dana cadangan atau   dana talangan," ujarnya. 

Namun, ketika menggunakan dana cadangan atau talangan memang akan sangat ketat. 

Namun, langkah itu dianggap penting diambil sebagai satu keputusan diskresi guna menghindari gejolak. 

"Yang saya tahu syarat pemakaian dana cadangan sangat ketat dan rigid.  Apakah harus ada 'diskresi' agar tidak ada gejolak dibawah?. Saya kira Tim Anggaran dan Banggar jangan saling tuding siapa salah, segera koordinasi dan cari solusi," terangnya. 

BACA JUGA: Pemkot Salatiga Beri Insentif ke Pemuka Agama, Penerbitan Akta Perkawinan Non Muslim 100 Persen

BACA JUGA: 1.486 Anggota Satlinmas di Salatiga Menerima Insentif Akhir Tahun

Setelah semua langkah tersebut dilakukan, Teddy memberikan saran agar pihak terkait untuk mengkomunikasikan kepada para guru non ASN yang insentifnya dihapus mulai Januari 2026 agar tidak ada gejolak di dunia pendidikan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar di Kota Salatiga. 

Menurutnya, segala macam cara harus dilakukan tetapi jangan sampai nabrak aturan main. 

"Yang jelas ini bentuk kecerobohan, bahkan bisa saya sebut ini pelanggran yang harus ada sanksinya. Secara moral ini pelecehan terhadap dunia pendidikan, yang tidak boleh lagi terulang di kota berjulukan Kota Pendidikan," tegas Teddy. 

Seperti diketahui, diperkirakan sebanyak 1.413 guru non ASN di Kota Salatiga tidak lagi insentif tiap bulannya mulai tahun 2026 ini. 

BACA JUGA: 2026, Insentif Guru Ngaji di Kabupaten Tegal Naik Menjadi Rp2 Juta ‎

BACA JUGA: Guru Besar UNS Prof. Suryanto: Penyesuaian Tarif Ruas Tol Solo-Ngawi Sebagai Langkah Rasional


Beberapa guru ini mengaku, mereka mendapatkan informasi jika uang insentif para guru mulai jenjang PAUD, RA, SD, SMP Swasta, MI, MTs, SPNF SKB, dan PKBM karena dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), program Presiden Prabowo. 

Namun, ada juga diantara mereka mendapatkan keterangan jika dana insentif dialihkan ke gaji PPPK yang baru saja diangkat akhir tahun 2025 lalu. 

Hal ini dibantah Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs. Muh Nasiruddin. 

Dengan tegas Nasiruddin menyebutkan jika alasan utama Pemkot Salatiga tidak lagi mendapatkan insentif karena tidak ketersediaan anggaran di APBD 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: