Pemkab Kudus Evakuasi Warga di Posko Pengungsian, Banjir Satu Meter Rendam Dukuh Goleng

Pemkab Kudus Evakuasi Warga di Posko Pengungsian, Banjir Satu Meter Rendam Dukuh Goleng

Bupati Samani membaur bersama puluhan warga terdampak banjir di lokasi pengungsian. --

KUDUS, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus evakuasi warga di pongso pengungsian. Pasalnya, wilayah Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, saat ini dilanda banjir setinggi satu meter. 

Sebanyak 24 warga dari 14 kepala keluarga dari Dukuh Goleng, kini telah dievakuasi ke posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruan Lor. 

Untuk memastikan penanganan warga terdampak banjir berjalan cepat dan terpadu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung lokasi banjir di Dukuh Goleng pada Selasa (13/1/2026).

Pemantauan yang dilakukan Bupati Samani di lokasi bencana, usai Pemkab Kudus menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 12 hingga 19 Januari 2026.

Peninjauan ke lokasi banjir, Samani bersama unsur TNI, Polri, relawan dan perangkat desa untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali. Selanjutnya, Samani juga mengunjungi posko pengungsian yang dihuni sebanyak 24 warga dari 14 kepala keluarga dari Dukuh Goleng. 

BACA JUGA:Jalur Pantura Kudus Pati Macet 4 Kilometer Akibat Genangan Banjir Setengah Meter

BACA JUGA:Pendirian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Melambat, Pemkab Kudus Bedah Faktor Pemicunya

Samani menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta bantuan uang tunai untuk meringankan kebutuhan sehari-hari. 

Di posko pengungsian, Bupati Samani membaur bersama warga terdampak bencana. Ia juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana kesehatan maupun logistik bagi pengungsi

“Pemkab Kudus telah menetapkan status tanggap darurat mulai 12 sampai 19 Januari," tukas Samani. 

Samani menegaskan, penerapan status tanggap bencana ini dilakukan agar penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, terkoordinasi dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. 

Bupati Samani juga mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik SD Negeri 3 Pasuruhan Lor. Mereka tetap melaksanakan pembelajaran secara daring, meskipun kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan akibat banjir.

BACA JUGA:Pemerintah Desa di Kudus Disuntik Dana Rp 50 Juta untuk Kelola Sampah

BACA JUGA:Pencurian Motor Penjaga Sekolah di Kudus Terungkap di Facebook, Pelaku Ditangkap Polisi di Malang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait