Metode Pembinaan SMA Dwiwarna Boarding School Tembus Sekolah Kedinasan
SUKSES - Latihan kedisiplinan fisik dilakukan untuk membentuk karakter siswa supaya disiplin aturan sejak dini.-zul/disway.jateng.id-
JAKARTA, jateng.disway.id - Minat siswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan seperti PKN STAN, IPDN, dan STIS terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena sekolah kedinasan menawarkan pendidikan berkualitas, ikatan dinas, hingga jaminan prospek karir setelah lulus.
Tentu saja dengan tingginya minat masuk sekolah ikatan dinas, berbanding lurus dengan ketatnya proses seleksi. Dalam hal ini diperlukan kesiapan akademik, fisik, dan mental yang matang sejak dini. Lalu, persiapan apa yang harus disiapkan agar tembus Sekolah Kedinasan?
Tingginya persaingan masuk sekolah ikatan dinas, siswa yang hendak mendaftar harus mempersiapkan diri lebih matang. Seleksi sekolah kedinasan tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga ketahanan mental, kedisiplinan, dan konsistensi.
Kabar baiknya, SMA Dwiwarna Boarding School adalah salah satu sekolah terbaik di Indonesia yang menanamkan disiplin sejak hari pertama siswa tinggal di asrama. Sekolah menerapkan jadwal harian yang terstruktur, mulai dari bangun pagi, belajar, ibadah, olahraga, hingga waktu istirahat.
Adapun metode pembinaan yang diterapkan SMA Dwiwarna Boarding School, yaitu:
1. Manajemen Waktu
Jadwal teratur merupakan bagian dari latihan siswa untuk menghargai waktu dan bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Manajemen waktu yang baik akan membentuk menjadi keterampilan dan karakter yang sejatinya perlu diasah secara berkelanjutan.
Siswa akan terbiasa membagi waktu antara kegiatan akademik, pengembangan diri, dan istirahat. Kebiasaan ini sangat relevan dengan pola seleksi sekolah kedinasan yang menuntut kesiapan dalam berbagai tahapan tes secara berurutan dan melelahkan.
2. Pembentukan Mental Baja melalui Sistem Boarding
Lingkungan boarding school memberikan keunggulan tersendiri dalam pembentukan karakter. Hidup jauh dari orang tua membuat siswa SMA Dwiwarna Boarding School belajar mandiri, tangguh, dan mampu mengelola tekanan.
Mereka dibiasakan menghadapi tantangan dengan sikap positif dan solusi yang matang. Pola hidup disiplin dan manajemen waktu di asrama menjadi modal krusial dalam menghadapi seleksi ketat sekolah kedinasan di Indonesia.
Mental baja inilah yang sering menjadi pembeda antara peserta yang gugur di tengah seleksi dan mereka yang mampu bertahan hingga tahap akhir.
Pembinaan mental juga dilakukan melalui evaluasi rutin, pembiasaan target, serta pendampingan oleh guru dan pembina asrama. Siswa tidak hanya diajarkan untuk pintar, tetapi juga kuat secara psikologis dan emosional.
3. Program CATAR Sebagai Simulasi Seleksi Kedinasan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

