Pria Diduga Sengaja Menabrakkan Diri ke Feeder Trans Semarang di Kaligawe, Terekam CCTV
Seorang pria dengan sengaja menabrakan diri ke bus feeder Trans Semarang di jalan Kaligawe, Minggu 11 Januari 2026-Ist IG Portal Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.com – Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial mengungkap detik-detik seorang pria berbaju hitam diduga sengaja menabrakkan diri ke armada Feeder Trans Semarang di Jalan Kaligawe, Kota Semarang, Minggu, 11 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi pada layanan Koridor 7 dengan nomor lambung 19.
Dalam video yang viral, pria tersebut terlihat meloncat ke arah kendaraan feeder yang sedang melaju. Rekaman CCTV milik Trans Semarang menunjukkan bahwa upaya tersebut bukan yang pertama kali dilakukan korban.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPT Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan hasil penelusuran internal dari rekaman CCTV memperlihatkan korban telah beberapa kali mencoba menabrakkan diri ke armada feeder sebelumnya.
“Dari rekaman CCTV yang kami terima, sebelum kejadian tertabrak, yang bersangkutan sudah beberapa kali mencoba menabrakkan diri,” ujar Haris saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pada dua armada yang melintas sebelum kendaraan bernomor lambung 19, korban sempat tersenggol bagian samping bus feeder. Namun, saat itu tidak terjadi kecelakaan serius.
“Yang pertama terkena body samping, kesannya seperti keserempet. Dari rekaman terlihat jelas korban memang mencoba menabrakkan diri, tetapi belum terjadi apa-apa,” jelasnya.
Kecelakaan baru terjadi saat armada lambung 19 melintas di lokasi yang sama. Menurut Haris, kejadian tersebut tidak dapat dihindari oleh pengemudi.
“Baru pada armada nomor 19 terjadi kecelakaan yang tidak bisa dihindari,” katanya.
Akibat insiden tersebut, korban sempat tidak sadarkan diri di tempat kejadian perkara (TKP) sebelum dievakuasi oleh petugas ke rumah sakit.
“Korban sempat pingsan di lokasi,” tambah Haris.
Identitas korban diketahui berinisial TY (42), warga Kabupaten Pemalang. Berdasarkan informasi awal, korban berpamitan kepada keluarga untuk bekerja ke Surabaya sebelum kejadian.
“Setelah kami telusuri, korban berasal dari Pemalang. Informasi yang kami terima, ia pamit kepada istri dan dua anaknya untuk bekerja ke Surabaya,” ungkap Haris.
Pihak Trans Semarang menyatakan hingga kini belum mengetahui motif di balik tindakan korban. Penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Untuk motif, kami belum menerima laporan resmi dari Inafis. Pasca kejadian, kepolisian dan Inafis langsung bergerak, sehingga proses penyelidikan kami serahkan kepada aparat berwenang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

