Wujudkan Kampus Siaga dan Tanggap Bencana, BPBD Gembleng Mahasiswa Bhamada

Wujudkan Kampus Siaga dan Tanggap Bencana, BPBD Gembleng Mahasiswa Bhamada

ANTUSIAS - Mahasiswa Bhamada Slawi ikuti pelatihan tanggap bencana.--

SLAWI, diswayjateng.com - Guna mewujudkan kampus siaga dan tanggap bencana, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tegal bersama K3 Universitas Bhamada Slawi menggelar latihan di halaman kantor BPBD setempat.

Sebanyak 23 mahasiswa semester V dilibatkan dalam latihan dan belajar simulai kebencanaan. Plt Kalak BPBD M Afifudin melalui Satgas PB, Wiwit Ryan didampingi  Anggit pratiwi Ssi MPh dosen management tanggap darurat sekaligus dosen pendamping menyampaikan, latihan ini akan selalu dilakukan sebagai upaya pembekalan mahasiswanya sebelum terjun ke dunia kerja, sekaligus pemenuhan jam di matakuliah tersebut.

"Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan praktis mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana," ujarnya Sabtu (10/1).

Selebihnya kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa agar siap siaga, baik secara mental maupun teknis, saat bencana terjadi.

BACA JUGA:Rumah Warga Purwosari Tergerus Banjir di Bantaran Sungai, Pemkab Kudus Sigap Tangani Bencana

BACA JUGA:Ratusan Siswa Ikut Simulasi Selamatkan Diri dari Bencana Gempa Bumi

“Pelatihan ini penting untuk memberikan pengetahuan, keterampilan praktis, dan kesiapan mental kepada mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat,” terangnya.

Materi yang diberikan diantaranya aspek teoretis dan manajerial, mencakup pengenalan mitigasi bencana, manajemen kedaruratan gedung, first aid in disaster, dan tata cara komunikasi serta manajemen informasi kebencanaan.

"Para mahasiswa juga dilibatkan dalam mempraktikkan penggunaan peralatan komunikasi kebencanaan dan menjalankan simulasi penanganan bencana, mengaplikasikan ilmu yang baru mereka dapatkan," ungkapnya.

Diharapkan, melalui bekal pengetahuan dan keterampilan ini, mahasiswa tidak hanya mampu menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi relawan yang kompeten, mengedukasi masyarakat, dan menjadi bagian integral dari tim penanggulangan bencana di masa mendatang.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait