Kadinkes Grobogan: 35 Orang Korban Keracunan MBG di Gubug Dirujuk ke RSUD

Kadinkes Grobogan: 35 Orang Korban Keracunan MBG di Gubug Dirujuk ke RSUD

PENDAMPINGAN: Sejumlah petugas medis melakukan pendampingan kepada korban keracunan MBG di Ponpes Putri Miftahul Huda Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). (Dok. Dinkes Grobogan)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan bergerak cepat menangani kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ratusan siswa sejumlah sekolah di Kecamatan Gubug.

"Teman-teman puskesmas terdekat sudah koordinasi dengan tim Satgas di kecamatan," kata dr Djatmiko, Kepala Dinkes Grobogan, ketika dikonfirmasi Disway Jateng, Sabtu sore (10/1/2026).

Lebih lanjut, Djatmiko menyampaikan, korban sebagian ada yang langsung bisa diobati oleh petugas medis. Tapi ada juga sebagian yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

"Data sementara yang kami peroleh, ada 25 orang yang dirujuk ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug dan 10 orang dirujuk ke RSUD Purwodadi," jelasnya.

Djatmiko mengatakan, langkah penanganan berikutnya akan dilakukan pemulihan, khususnya yang berada di lingkungan Ponpes Putri Miftahul Huda. Karena santriwati biasanya histeris ketika terjadi keracunan makanan, sebab akan muncul banyak keluhan.

"Agar dapat dikendalikan, maka dilakukan upaya pendampingan," imbuhnya.

Sementara untuk korban keracunan MBG yang dirujuk ke RSUD diperkirakan akan bertambah jumlahnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 452 siswa di sejumlah sekolah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikabarkan mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian tersebut baru diketahui pada Sabtu pagi (10/1/2026), seusai ratusan siswa tersebut izin tidak dapat masuk sekolah sebab diduga keracunan MBG.

Dalam keterangannya, Camat Gubug Bambang Supriyadi menyampaikan, selain ratusan siswa, ada belasan guru dan beberapa wali murid juga menjadi korban dugaan keracunan MBG itu.

”Laporan awal kami terima pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dari Kepala Puskesmas Gubug 1. Dari hasil pendataan sementara, kasus ini terjadi di beberapa SD dan sekolah di lingkungan ponpes,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait