Atap Rumah Warga Semarang Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Korban Dilarikan ke RS
Petugas BPBD kota Semarang saat mengecek rumah di jalan Tambra Dalam kelurahan Kuningan kecamatan Semarang Utara yang atapnya roboh karena hujan deres, Sabtu 10 Januari 2026-Umar Dani -
SEMARANG, diswayjateng.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang mengakibatkan atap rumah milik Zoelaechah roboh.
Peristiwa tersebut terjadi di Tambra Dalam RT 03/RW 10, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.
Atap rumah korban terhempas dan menimpa Zoelaechah yang saat itu berada di dalam rumah, hingga menyebabkan ia mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Anak korban, Munif Kurnia (43), menuturkan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat sore sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat peristiwa terjadi, Munif mengaku sedang berada di luar rumah dan mengetahui kejadian itu dari tetangga.
“Begitu saya dikabari, saya langsung pulang ke rumah. Kondisinya memang sudah roboh,” kata Munif.
Ia menjelaskan, hujan deras dan angin kencang menyebabkan tiang penyangga atap di bagian lantai dua rumah roboh. Reruntuhan tersebut kemudian menimpa atap asbes di lantai satu.
“Kebetulan ibu saya sedang berada di bawahnya, sehingga tertimpa reruntuhan asbes dan atap,” ujar Munif saat ditemui di rumahnya, Sabtu (10/1/2026).
Akibat kejadian itu, Zoelaechah mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ia kemudian dilarikan ke RS Panti Wiloso Citarum untuk mendapatkan perawatan.
Sebagai gambaran, rumah berukuran 4 x 8 meter tersebut memiliki dua lantai di bagian belakang, sementara bagian depan hanya satu lantai dengan atap berbahan asbes. Ruang depan rumah sehari-hari digunakan Zoelaechah untuk berjualan.
Pihak Kelurahan Kuningan yang menerima laporan dari warga setempat telah mendatangi lokasi kejadian. Ketua RT setempat, Wahid, mengatakan korban sehari-hari beraktivitas sebagai pedagang di rumah tersebut.
Selain itu, petugas dari BPBD Kota Semarang juga telah datang ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan.
Munif memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp15 juta.
Untuk sementara, bagian atap rumah yang rusak akan ditutup menggunakan terpal guna mengantisipasi hujan susulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: