Pelindo Siagakan 64 Pompa Atasi banjir di Pelabuhan Tanjung Emas
Suasana banjir rob di kawasan Gate 1 Lamicitra Komplek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jumat 9 Januari 2026-Istimewa/ Umar Dani -
SEMARANG, diswayjateng.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Tanjung Emas menyiagakan 64 unit mesin pompa air untuk mengatasi genangan banjir rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Hujan deras yang melanda kota Semarang sejak Jumat 9 Januari membuat kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilanda banjir. Banjir ini di perparah dengan munculnya air rob yang menimbulkan genangan di wilayah pabrik .
General Manager Pelindo Cabang Pelabuhan Tanjung Emas, S. Joko, menyampaikan bahwa puluhan pompa tersebut memiliki kapasitas beragam, mulai dari 150 liter per detik hingga 800 liter per detik.
"Seluruh pompa disebar di sejumlah titik yang dinilai rawan terdampak banjir," kata Joko dalam keterangan tertulis Jumat 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pada Jumat (9/1) terjadi anomali tinggi muka air laut yang menyebabkan air meluap ke kolam retensi Cluster 2 dan merembet ke area Lamicitra di Pelabuhan Tanjung Emas.
BACA JUGA:75 Siswa SMKN 11 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Dihentikan Sementara
BACA JUGA:Pelindo Siaga Penuh, 64 Pompa Dikerahkan Usai Tanggul Jebol di Tanjung Emas Semarang
Joko memastikan, Pelindo telah melakukan langkah cepat untuk penanganan banjir agar genangan segera surut dan aktivitas operasional pelabuhan tetap berjalan normal.
"Salah satunya dengan menyiagakan puluhan mesin pompa untuk memompa air rob kembali ke laut, yang diperkirakan mulai surut pada Jumat sore," katanya.
Pemompaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari titik-titik terluar seperti jalan akses pelabuhan, terminal penumpang, hingga Dermaga Samudera, guna mengurangi volume air yang menggenang.
Selain itu, secara teknis Pelindo juga melakukan pengamanan area terdampak dengan melokalisir penyebaran air menggunakan sand bag.
Upaya tersebut dilanjutkan dengan peninggian tanggul menggunakan talud pasangan batu kali setinggi 1,2 meter sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan kejadian serupa.
“Fokus kami saat ini memastikan air rob tidak masuk ke dalam area pelabuhan dan mengurangi volume air yang terlanjur menggenangi area Lamicitra.
Meski fenomena ini rutin terjadi setiap tahun, kami berupaya agar dampaknya dapat diminimalkan,” ujar S. Joko. Ia menambahkan, aktivitas bongkar muat dan operasional pelabuhan tetap berjalan lancar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: