Ady Setiawan Resmi Pimpin PDAM Tirta Moedal, Wali Kota Semarang Tekankan Percepatan SPAM dan Kebocoran.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melantik Ady Setiawan sebagai Dirut Utama dan Yulianto Pravowo sebagai Dirut Umum PDAM Tirta Moedal Semarang. -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Pemerintah Kota Semarang resmi melantik Ady Setiawan sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Kantor PDAM Tirta Moedal, Rabu, 7 Januari 2025. Dalam kesempatan yang sama, Yulianto Prabowo dilantik sebagai Direktur Umum.
Wali Kota Agustina menegaskan, jajaran direksi baru dihadapkan pada tantangan besar, terutama percepatan penyelesaian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang hingga kini belum beroperasi optimal. Selain itu, PDAM juga diminta segera memulai pengembangan SPAM Semarang Timur guna memperluas jaringan layanan air bersih kepada masyarakat.
“SPAM Semarang Barat harus dilancarkan, dan bersamaan dengan itu kita menyiapkan SPAM Semarang Timur agar pelayanan air bersih semakin merata,” ujar Agustina usai pelantikan.
Selain proyek SPAM, PDAM Tirta Moedal juga akan dilibatkan dalam program pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB). Program ini menuntut kesiapan kelembagaan dan manajemen karena tidak hanya berfokus pada air minum, tetapi juga pengelolaan limbah domestik.
Menurut Agustina, optimalisasi pelayanan menjadi kunci utama direksi baru. Ia juga menyinggung peluang kebijakan pembatasan penggunaan air tanah melalui Peraturan Daerah (Perda) tingkat provinsi yang dapat membuka ruang pengalihan konsumsi air ke layanan PDAM.
“Kalau penggunaan air tanah dibatasi, PDAM harus siap menyediakan skema air bersih yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Ady Setiawan menyatakan komitmennya untuk mendorong perbaikan layanan secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada efisiensi teknis, respons cepat terhadap pengaduan pelanggan, serta pelestarian lingkungan.
Dalam jangka pendek, Ady menargetkan peningkatan kecepatan dan kualitas penanganan keluhan pelanggan. Ia juga menekankan efisiensi biaya operasional sebagai strategi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian adalah tingginya penggunaan air tanah di Kota Semarang yang berdampak pada penurunan muka tanah. Untuk itu, PDAM akan mendukung penguatan penegakan Perda Pengendalian Air Tanah dengan mempercepat ketersediaan suplai air perpipaan.
“Kami akan mengimbangi pembatasan air tanah dengan optimalisasi SPAM Semarang Barat serta pengembangan SPAM Semarang Timur atau Jeragung,” jelas Ady.
Ady juga menyoroti tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) yang masih berada di kisaran 42 persen. Untuk menekan angka tersebut, PDAM akan menerapkan pendekatan administratif dan komersial, termasuk penertiban sambungan ilegal, pembenahan sistem pencatatan meter, serta peningkatan konsumsi pelanggan secara terukur.
Dari sisi teknis, PDAM berencana membangun District Meter Area (DMA) di wilayah rawan kebocoran, khususnya di Semarang Utara. Modernisasi jaringan pipa tua juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga donor serta konsultan dalam dan luar negeri.
Selain peningkatan kualitas layanan, Ady menargetkan perluasan cakupan pelanggan. Dari posisi saat ini sekitar 203 ribu pelanggan, PDAM Tirta Moedal menargetkan peningkatan hingga 250 ribu pelanggan hingga akhir masa jabatannya.
“Kami menargetkan minimal 10 ribu pelanggan baru setiap tahun. Dukungan dan kepercayaan masyarakat sangat kami harapkan agar program ini berjalan optimal demi kemajuan Kota Semarang,” pungkasnya.(sul)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: