21 Santriwati Al-Fusha Terjun ke Desa Slarang Kidul Tegal, Asah Kepedulian Lewat PPS

21 Santriwati Al-Fusha Terjun ke Desa Slarang Kidul Tegal, Asah Kepedulian Lewat PPS

PPS - Puluhan santriwati melaksanakan PPS di Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Senin (5/1/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Sebanyak 21 santriwati Pondok Pesantren Terpadu SMA-SMK Al-Fusha Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, resmi diterjunkan ke Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Senin (5/1/2026).

Para santriwati tersebut akan melaksanakan Program Pengabdian Santri (PPS) sebagai bagian dari pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

Program PPS merupakan agenda rutin bagi santri kelas XII SMA dan SMK Al-Fusha. Melalui kegiatan ini, para santriwati diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial dan kemandirian sebelum terjun ke masyarakat secara nyata.

Selama berada di Desa Slarang Kidul, para santriwati akan mengabdi di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, hingga MTs. Selain itu, mereka juga akan berbagi ilmu keagamaan dan keterampilan kepada masyarakat melalui kegiatan berbasis mushola dan lingkungan sekitar desa.

BACA JUGA:DPRD Semarang Ketok Palu Perda Pesantren, Pemkot Siapkan Aturan Teknis dan Pendataan Santri

BACA JUGA:Dapat Pengawalan Ratusan Warga dan Santri, Sidang Ditempat VIP Social Bar Salatiga Disertai Spanduk Penolakan

Perwakilan Pondok Pesantren Al-Fusha, Nardianto, yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Al-Fusha, mengatakan bahwa PPS menjadi sarana penting bagi santri untuk belajar di luar lingkungan pondok. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan menjadi bekal berharga bagi santri di masa depan.

Program Pengabdian Santri ini merupakan bentuk pembelajaran nyata di luar pesantren. Kami berharap para santri dapat belajar bersosialisasi, mengasah empati, serta lebih siap dan matang ketika nantinya benar-benar terjun ke masyarakat,” ujar Nardianto.

Ia juga menekankan bahwa PPS bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bagian dari pembentukan karakter santri agar mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Slarang Kidul yang diwakili oleh Satori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Pondok Pesantren Al-Fusha yang telah memilih Desa Slarang Kidul sebagai lokasi pelaksanaan PPS. Pemerintah desa, kata dia, siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran kegiatan tersebut.

BACA JUGA:Santri SMP IT Al Azhar Lebaksiu Turun ke Pasar, Galang Donasi Bencana Sumatera

BACA JUGA:Persada MDTA 2025 Wadah Pembinaan Karakter Santri

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pondok Pesantren Al-Fusha. Pemerintah Desa Slarang Kidul siap membantu dan memfasilitasi kebutuhan para santri selama melaksanakan Program Pengabdian Santri di desa kami,” tutur Satori.

Ia berharap kegiatan PPS dapat berjalan lancar, penuh makna, serta memberikan manfaat nyata, baik bagi para santri maupun masyarakat Desa Slarang Kidul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: