PDAM Tirta Moedal Pastikan Data Hidran Dicek Ulang, Siap Tambah Titik Baru di Semarang
Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang akan hitung ulang hidran yang aktif di Kota Semarang-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Duswayjateng.com – Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang memastikan akan melakukan pengecekan dan penghitungan ulang seluruh hidran kebakaran di wilayah Kota Semarang bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah ini menyusul munculnya informasi bahwa dari total 79 hidran yang ada, hanya 10 unit yang disebut aktif dan bisa digunakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait jumlah hidran yang benar-benar berfungsi sebelum dilakukan inventarisasi langsung di lapangan.
“Kami tidak ingin mendasarkan pada asumsi. Besok atau dalam waktu dekat akan kami cek bersama Damkar dan OPD terkait untuk memastikan jumlahnya berapa, lokasinya di mana saja, dan kondisinya seperti apa,” kata Hariyadi kepada Diswayjateng.id dan awak media di kantornya, Senin, 5 Januari 2025.
Menurut dia, pengecekan bersama ini penting agar seluruh pihak memiliki data yang sama dan akurat. Dengan begitu, evaluasi terhadap efektivitas hidran kebakaran di Kota Semarang dapat dilakukan secara objektif.
Hariyadi menjelaskan, efektivitas hidran sangat ditentukan oleh kedekatannya dengan lokasi kebakaran. Semakin dekat hidran dengan titik kejadian, maka penanganan kebakaran akan semakin cepat dan optimal.
Meski demikian, PDAM memastikan dukungan terhadap penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada hidran. Selama ini, PDAM Tirta Moedal juga rutin membantu Damkar dengan menyiagakan dan mengerahkan mobil tangki air ke lokasi kebakaran.
“Kalau terjadi kebakaran, kami selalu membantu suplai air dengan mobil tangki. Itu sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya.
Selain itu, pada hari-hari normal tanpa kejadian kebakaran, Damkar juga diperbolehkan mengambil air secara gratis di sejumlah titik pengambilan air milik PDAM. Beberapa lokasi tersebut antara lain terminal air di wilayah Pudakpayung untuk Semarang Timur, Reservoir Manyaran untuk Semarang Barat, serta instalasi pengolahan air (IPA) lainnya.
“Pengambilan air ini tidak dipungut biaya. Itu bagian dari tanggung jawab sosial PDAM dan anggarannya kami ambilkan dari CSR,” jelas Hariyadi.
Terkait rencana penambahan hidran, Hariyadi menyatakan PDAM pada prinsipnya siap jika memang dibutuhkan. Namun, keputusan tersebut harus melalui pembahasan lintas sektor karena pengelolaan hidran merupakan tanggung jawab bersama.
“Secara jaringan dan ketersediaan air, itu tanggung jawab PDAM. Tapi pengoperasionalannya oleh Damkar, sementara aset hidran bisa berada di bawah kewenangan dinas lain seperti PU atau dinas terkait lainnya. Ini yang perlu duduk bersama,” katanya.
Ia menambahkan, rencana penambahan hidran dan sumber anggarannya belum dapat diputuskan saat ini. Rekomendasi baru akan dihasilkan setelah rapat evaluasi bersama seluruh OPD terkait.
“Bisa jadi pada tahun 2026 nanti ada penambahan titik-titik hidran baru. Tapi itu semua menunggu hasil evaluasi dan kesepakatan bersama,” ujarnya.
Hariyadi menegaskan, PDAM Tirta Moedal berkomitmen penuh mendukung tugas Damkar dalam penanganan kebakaran serta terus meningkatkan pelayanan air bersih yang andal dan berkualitas bagi masyarakat Kota Semarang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: