Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Ingatkan Jemaah Pentingnya Jaga Keseimbangan Alam

Ketua Muhammadiyah Jawa Tengah Ingatkan Jemaah Pentingnya Jaga Keseimbangan Alam

Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah saat memberikan tausiyah dihadapan jemaah--Mukhtarom

PEKALONGAN, diswayjateng.com - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir M.Ag, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia kepada Tuhan dan sesama.

Pesan itu disampaikannya saat mengisi kajian Ahad Pagi di Musholla Baiturrohmah, Pekajangan, Pekalongan, Minggu Pagi (4/1/2026).

Dalam tausiyahnya, Tafsir mengingatkan bahwa tindakan sederhana seperti menanam pohon memiliki nilai ibadah yang panjang. Ia menyebut, menanam bukan sekadar aktivitas ekologis, melainkan juga bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir.

“Menanam itu bagian dari sedekah. Apa pun yang tumbuh dari tanaman kita, dimakan manusia atau binatang, bahkan ulat, kupu-kupu, dan burung, semuanya bernilai sedekah hingga hari kiamat,” kata Tafsir di hadapan jamaah.

BACA JUGA:Mobilnya Dirampas Mata Elang, Warga Pekalongan Lapor Polisi

BACA JUGA:Ular Sanca Memangsa Ayam Jago Hebohkan Warga Klego Pekalongan

Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur hidup di Indonesia yang dianugerahi tanah subur. Menurutnya, kemudahan alam tersebut seharusnya mendorong manusia untuk lebih gemar menanam, bukan justru merusak.

“Sekadar menanam saja sudah menjadi sedekah. Kita tidak harus menikmati hasilnya. Kalau dimakan makhluk lain, itu tetap menjadi amal jariyah,” ujarnya.

Namun, Tafsir menyayangkan masih banyak manusia yang lebih memilih menebang pohon dibandingkan menanam. Padahal, perilaku tersebut dapat mengganggu keseimbangan alam dan berujung pada bencana.

Ia menjelaskan, manusia adalah bagian tak terpisahkan dari alam. Kebutuhan manusia dan alam, kata dia, saling terkait, mulai dari air hingga oksigen.

BACA JUGA:Ibu dan 2 Anaknya Tewas Disambar Kereta Api Harina di Pekalongan

BACA JUGA:Tragedi di Rel Pekalongan, Perlintasan Tanpa Palang KM 98 Resmi Ditutup Permanen

“Alam butuh air, manusia juga. Alam butuh oksigen, manusia pun sama. Kalau oksigen di alam berkurang karena pohon ditebang, manusia juga akan merasakan dampaknya,” tuturnya.

Tafsir menegaskan bahwa Allah telah mengatur alam dengan perhitungan yang sangat presisi, termasuk keseimbangan antara jumlah oksigen dan kehidupan manusia. Ketika manusia lalai menjaga keseimbangan tersebut, dampaknya bisa berupa musibah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait