Duku Khas Sumber Kudus, Buah Lokal Langka Memiliki Kesegaran dan Rasa Manis
Sugeng menjual hasil panen buah duku secara langsung kepada konsumen dan memberikan kepuasan tersendiri. --
KUDUS, diswayjateng.com- Komoditas buah Duku asal Dusun Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, kembali menjadi perbincangan. Sebab, buah ini kini banyak di temui dan dijajakan di Kota Kudus.
Buah lokal yang dikenal memiliki cita rasa manis dan tekstur lembut yang dikembangkan di desa setempat, memiliki kualitas premium hingga menyasar konsumen menengah ke atas.
"Buah Duku dari Dukuh Sumber Hadipolo sejak dulu dikenal memiliki keunggulan dibandingkan duku dari daerah lain, " ujar Sugeng Riyadi salah seorang petani Duku asal Kampung Sumber Desa Hadipolo.
Menurut Sugeng, buah Duku asal Desa Hadipolo memiliki rasa manis yang selama ini tetap terjaga sejak puluhan tahun. Meski di musim hujan dan musim kemarau, rasa buah duku pun tak berpengaruh.
"Hal inilah yang membuat buah duku asal Desa Hadipolo tersebut memiliki pelanggan tetap dari berbagai kalangan," ucap Sugeng.
Sejak puluhan tahun lalu, duku dari wilayah desa setempat kerap dijadikan buah pilihan untuk konsumsi dan oleh-oleh.
Dalam sekali musim panen, biasanya Sugeng memilih menjual hasil kebun dukunya secara mandiri.
Ia sengaja tidak mau menjual seluruh panen duku dari hasil kebunnya kepada tengkulak atau bakul. Padahal, mereka menawarkan dengan harga yang menggiurkan.
Sugeng mengaku menjual hasil panen buah duku secara langsung kepada konsumen, tentunya memberikan kepuasan tersendiri dan nilai ekonominya juga lebih terasa.
“Kalau dijual sendiri, selain bisa berbagi ke saudara dan teman, hasilnya juga lebih nyata,” ucap Sugeng.
Dalam enam hari panen terakhir, Sugeng mencatat total penjualan mencapai 93 kilogram dengan harga Rp 40 ribu per kilogram.
Jika dikalkulasikan, omzet yang diperoleh sudah mencapai jutaan rupiah dan panen pun masih berlangsung.
Ia memperkirakan total hasil panen dari kebun duku miliknya mencapai sekitar dua kuintal. Sebagian hasil panen juga dibagikan kepada kerabat dan lingkungan sekitar.
Penjualan dilakukan melalui media sosial dengan sistem pesan antar atau COD ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

