Tekan Sampah Organik, TPA Jatibarang Semarang Budidaya Maggot
TPA Jatibarang Semarang budidaya magot sebagai solusi pengurangan sampah organik, dengan bibingan dan pemberian bibit gratis.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). Program ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menyediakan pakan alternatif bagi ternak.
Pengelola budidaya maggot TPA Jatibarang, Musa Farizal Andaru, mengatakan maggot memiliki nilai manfaat tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam, ikan, hingga burung. Selain itu, keberadaan maggot membantu mempercepat penguraian sampah organik.
“Budidaya maggot ini bisa menjadi pakan alternatif ternak, seperti ayam, ikan, dan burung,” ujar Musa saat ditemui Disway jateng di TPA Jatibarang, Jumat, 2 Januari 2026.
Namun demikian, ia mengakui proses budidaya tidak selalu berjalan mulus. Faktor cuaca menjadi tantangan utama, terutama saat musim hujan yang dapat menurunkan produktivitas maggot.
BACA JUGA:TPA Kudus Terancam Sanksi Berat Menteri Lingkungan Hidup, Bupati Samani Siapkan Jurus Sakti
BACA JUGA:Pemkot Pekalongan Kebut Penataan Sampah Pasca Penutupan TPA Degayu
“Kalau cuaca hujan, biasanya produksi dan hasil panen ikut menurun,” jelasnya.
Saat ini, budidaya maggot di TPA Jatibarang masih difokuskan sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah organik, sehingga jumlah panen belum dihitung secara rutin setiap bulan. Maggot yang dihasilkan sebagian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau ada warga yang minta, bisa kami berikan,” kata Musa.
Minat masyarakat terhadap budidaya maggot dinilai cukup tinggi. Pengunjung tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga mahasiswa serta calon pelaku usaha yang ingin mempelajari proses budidaya secara langsung.
“Banyak mahasiswa datang, juga yang ingin memulai usaha budidaya maggot sendiri,” ungkapnya.
Musa menjelaskan, budidaya maggot diawali dari telur lalat tentara hitam yang akan menetas dalam waktu tiga hingga empat hari. Setelah memasuki usia sekitar tiga minggu, maggot sudah dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
BACA JUGA:Overkapasitas, Gunungan Sampah di TPAS Kaliwlingi Longsor
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: