Sungai Pemali Meluap, Ratusan Rumah di Prupuk Utara Tegal Terendam Banjir
BANJIR - Tim PMI Kabupaten Tegal saat melakukan asesment korban banjir di Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Kamis (1/1/2026) malam.--
SLAWI, diswayjateng.com – Banjir kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Tegal. Luapan Sungai Pemali akibat tingginya debit air menggenangi ratusan rumah warga Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Tegal, Kamis (1/1/2026) petang.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, melaporkan banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Air masuk ke permukiman warga di RT 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 RW 03.
Sedikitnya 240 kepala keluarga (KK) atau 965 jiwa terdampak peristiwa tersebut.
“Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 sentimeter. Meski hujan yang turun intensitasnya ringan, namun debit Sungai Pemali meningkat dan meluap ke permukiman,” ujar Iman, Kamis malam.
Menurutnya, banjir dipicu hujan yang mengguyur wilayah Margasari sejak pukul 16.30 WIB. Dua jam kemudian, sungai yang membentang di wilayah tersebut tak mampu menampung debit air sehingga melampaui batas atas talud dan mengalir ke rumah-rumah warga.
BACA JUGA:Banjir Hantam Dua Kelurahan di Kota Tegal, Ratusan Warga Mengungsi
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski rumah mereka terendam air, seluruh warga memilih bertahan dan tidak mengungsi. Hingga tengah malam, air dilaporkan mulai berangsur surut meski hujan ringan masih turun.
“Kerugian material saat ini masih dalam pendataan. Namun kebutuhan mendesak warga terdampak adalah air mineral, makanan siap saji, serta peralatan kebersihan untuk membersihkan rumah setelah banjir,” kata Iman.
Sebagai bentuk respon cepat, PMI Kabupaten Tegal bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi. Tim gabungan melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“PMI telah menyalurkan bantuan berupa empat dus mi instan dan beras satu kwintal. Bantuan diserahkan langsung kepada Kepala Desa Prupuk Utara untuk didistribusikan kepada warga terdampak,” ungkap Iman Sisworo.
Pantauan di lapangan, petugas dari Koramil Margasari, Polsek Margasari, BPBD Kabupaten Tegal, PMI, Sibat Desa Prupuk Utara, serta perangkat desa tampak siaga membantu warga dan memantau debit air sungai.
Salah seorang warga RT 5 RW 03, Sumarno, mengaku banjir sudah menjadi langganan setiap musim hujan. “Kalau hujan turun beberapa jam saja, air sungai langsung naik dan masuk ke rumah. Kami berharap ada solusi permanen dari pemerintah daerah,” keluhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
