Touring ke Lereng Muria, Konsumen Yamaha Diajak Petik Kopi hingga Racik Sendiri

Touring ke Lereng Muria, Konsumen Yamaha Diajak Petik Kopi hingga Racik Sendiri

Program Yamaha Classy HangoutDay di Kudus menghadirkan pengalaman touring berbeda dengan mengajak peserta menyusuri lereng Gunung Muria, memetik kopi langsung dari kebun, hingga belajar meracik kopi bersama barista profesional.-Dok. Yamaha-Wahyu Sulistiyawan

KUDUS, Diswayjateng.comYamaha Indonesia melalui program Yamaha Classy HangoutDay menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumennya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar Selasa, 23 Desember 2025, itu mengajak peserta touring menuju lereng Gunung Muria sekaligus mengenal langsung proses awal kopi, mulai dari melihat kebun hingga memetik buah kopi yang siap panen.

Para peserta tampak antusias saat tiba di kawasan perkebunan kopi. Untuk pertama kalinya, mereka melihat hamparan kebun kopi di lereng Gunung Muria dan belajar mengenali ciri buah kopi yang siap dipanen. Salah satu petani kopi setempat, Suparman, menjelaskan bahwa buah kopi matang ditandai dengan warna merah merata dan tekstur yang lebih lunak saat dipegang.

Menurut Suparman, sebagian besar petani di lereng Gunung Muria menanam kopi jenis Robusta. Hal itu disesuaikan dengan kondisi alam dan ketinggian wilayah yang dinilai cocok untuk jenis tersebut. Meski demikian, beberapa petani juga membudidayakan kopi Arabika dalam skala terbatas.

Pengalaman baru ini dirasakan langsung oleh peserta touring. Amalia, warga Mejobo, Kudus, mengaku baru pertama kali memetik kopi secara langsung meski sering mendengar kawasan Muria sebagai sentra kopi. Ia menyebut kegiatan tersebut menambah pengetahuan tentang proses kopi sebelum siap diseduh.

Suparman juga menjelaskan bahwa biji kopi yang baru dipanen tidak bisa langsung diolah menjadi minuman. Proses lanjutan berupa pengeringan menjadi tahapan penting yang memengaruhi kualitas rasa kopi. Pengeringan terbaik dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari langsung agar karakter biji kopi tetap terjaga.

Kesan positif juga disampaikan Daela, peserta asal Jekulo, Kudus. Ia mengaku antusias mengikuti touring Classy Yamaha karena tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman memetik kopi dan meracik kopi sendiri. Menurutnya, motor Yamaha Filano yang digunakan terasa nyaman baik di jalur perkotaan maupun tanjakan menuju perkebunan kopi di lereng Gunung Muria.

Selain touring dan edukasi kopi, peserta juga diajak meracik kopi secara langsung dengan pendampingan barista profesional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Yamaha menghadirkan aktivitas yang tidak sekadar berkendara, tetapi juga sarat pengalaman dan inspirasi.

Chief DDS 3 PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Bill Gunawan, menyatakan bahwa Yamaha secara konsisten menghadirkan pengalaman baru bagi konsumennya. Menurutnya, Yamaha tidak hanya berfokus pada penjualan sepeda motor, tetapi juga membangun kedekatan dengan konsumen melalui kegiatan yang memberi nilai tambah.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Yamaha Classy HangoutDay diharapkan dapat membuka wawasan dan memberi inspirasi baru bagi peserta. Selain mengenal kopi dari hulu, peserta juga memperoleh pengetahuan dasar tentang pemilihan biji kopi berkualitas hingga peracikan rasa, yang berpotensi menjadi bekal jika ingin menekuni usaha kopi ke depannya.

Program Yamaha Classy HangoutDay di Kudus pun menjadi bukti pendekatan Yamaha dalam menggabungkan aktivitas touring, gaya hidup, dan edukasi, sekaligus memperkenalkan potensi lokal seperti kopi lereng Gunung Muria kepada para konsumennya.(sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: