Batang Kota dan Banyuputih Catat Kasus Narkoba Tertinggi di 2025, Didominasi Jenis Sabu

Batang Kota dan Banyuputih Catat Kasus Narkoba Tertinggi di 2025, Didominasi Jenis Sabu

Kasatnarkoba Polres Batang AKP Erdy Nuryawan-Disway Jateng/Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.com - Peredaran narkoba di Kabupaten Batang sepanjang 2025 menunjukkan pola yang semakin mengkhawatirkan. Data Satresnarkoba Polres Batang mencatat Batang Kota dan Banyuputih menjadi wilayah dengan jumlah kasus narkoba tertinggi.  

Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasat Narkoba Polres Batang AKP Erdi Nuryawan menyebut Batang Kota mencatat 15 kasus narkoba.  

Wilayah kedua dengan angka tinggi adalah Kecamatan Banyuputih dengan 12 kasus. Disusul Kecamatan Gringsing dan Kecamatan Limpung dengan masing-masing delapan kasus. Kondisi ini menempatkan wilayah perkotaan dan timur Batang sebagai zona rawan peredaran narkotika.  

AKP Erdi Nuryawan menilai peningkatan kasus narkoba tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi dan industri. Menurutnya, kawasan industri menciptakan daya beli yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Operasi Lilin Candi 2025, Polres Batang Siapkan Layanan Chat hingga 353 Personel

BACA JUGA: Polres Batang Bikin Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas, Apa Itu?

“Lingkungan industri memungkinkan orang untuk membeli sesuatu, misalnya obat untuk meningkatkan stamina kerja,” kata Erdi.  

Tekanan pekerjaan disebut mendorong sebagian orang mencari jalan pintas. Narkoba kemudian dipilih sebagai solusi instan yang berujung masalah hukum dan kesehatan.  

Profil pelaku narkoba di Batang juga mengalami pergeseran. Pelaku didominasi oleh orang dewasa dengan latar belakang beragam. “Ya ada karyawan perusahaan, bahkan ada ibu rumah tangga,” ungkap Erdi.  

Kasus ibu rumah tangga ditemukan di wilayah Limpung. Saat ini, pelaku justru banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah. Jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi di Batang adalah sabu. AKP Erdi menyebut sabu dianggap lebih “enjoy” oleh para pengguna.  

Harga sabu yang semakin murah juga menjadi pemicu. Selain itu, cara mendapatkannya kini semakin mudah melalui transaksi online.

BACA JUGA: Tewas di Warung Kosong, Kasus Tukang Ojek Gringsing Batang Mengarah Pembunuhan Berencana

BACA JUGA: 38 Kambing BUMDes di Batang Raib Dicuri, Modus Tol Jadi Jalur Kabur

"Pengguna hanya berkomunikasi lewat pesan pribadi dan mengambil barang tanpa mengenal bandarnya," jelasnya. Modus transaksi narkoba di Batang semakin canggih dan sulit dilacak. Pelaku tidak pernah bertemu langsung dengan pengedar.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait