Dari Kota Wali ke Panggung Nasional, Putri Demak Jadi Duta Halal Indonesia

Dari Kota Wali ke Panggung Nasional, Putri Demak Jadi Duta Halal Indonesia

--

DEMAK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri asli Kabupaten Demak. Ika Mawarni, perempuan kelahiran 2001 yang tumbuh di Kota Wali, berhasil meraih Duta Halal Indonesia 2025 dengan Kategori Favorite sekaligus Runner Up 2 dalam ajang tingkat nasional.

 

Keberhasilan tersebut menempatkan nama Demak sebagai daerah yang turut melahirkan generasi muda berdaya saing dan berkontribusi nyata dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia. Dari total 36 peserta yang terdaftar dari berbagai provinsi di Tanah Air, hanya 21 finalis yang lolos ke tahap akhir, mewakili daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Aceh, Maluku, hingga DKI Jakarta.

 

Ika Mawarni mengaku, latar belakang Demak yang sarat sejarah dan nilai-nilai keislaman turut membentuk kepeduliannya terhadap isu sosial, pendidikan, dan keagamaan sejak usia muda. Dikenal aktif berorganisasi dan berkegiatan di bidang sosial serta pengembangan keumatan, ia kini tengah menempuh pendidikan magister (S2) di Universitas PTIQ Jakarta.

 

“Halal bukan hanya tentang label, tetapi tentang kesadaran, tanggung jawab, dan perlindungan bagi masyarakat. Saya ingin berperan aktif menyebarkan pemahaman halal yang benar, terutama kepada generasi muda dan pelaku UMKM,” ungkapnya, Rabu  (24/12/2025).

 

Keikutsertaannya dalam ajang Duta Halal Indonesia, menurut Ika, merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung ekosistem halal nasional, sekaligus menjadi penghubung antara regulasi Jaminan Produk Halal, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia berharap produk halal Indonesia semakin aman, berkualitas, dan sesuai syariat.

 

Dalam ajang tersebut, Ika berhasil meraih predikat double winner, dengan membawa pulang sejumlah penghargaan, antara lain uang pembinaan, selempang, sertifikat, satu set skincare halal, serta produk pendukung fesyen halal.

 

Sebagai Duta Halal Indonesia, Ika menargetkan peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat—khususnya generasi muda—bahwa halal bukan semata aspek keagamaan, melainkan juga standar kualitas, keamanan, dan keberlanjutan. Ia mendorong halal sebagai gaya hidup yang inklusif dan membanggakan, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di tingkat nasional maupun global.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: