Titik Api Masih Terpantau, Damkar Fokus Pendinginan di Belakang Pasar Pagi Pemalang

Titik Api Masih Terpantau, Damkar Fokus Pendinginan di Belakang Pasar Pagi Pemalang

Komplek lapak di Pasar Pagi Pemalang masih mengeluarkan api pada Rabu pagi (24/12/2025)-Mukhtarom-

PEMALANG, diswayjateng.com – Upaya penanganan kebakaran Pasar Pagi PEMALANG masih terus dilakukan hingga Rabu (24/12/2025). Petugas pemadam kebakaran mendapati sejumlah titik api masih aktif, khususnya di area belakang kompleks kios, sehingga proses lokalisasi dan pendinginan terus diintensifkan untuk mencegah api kembali meluas.

Koordinator Lapangan Damkar Pemalang, Sodikin, mengungkapkan bahwa titik api terpantau berada di sekitar area pertokoan yang dikenal sebagai Toko Yogyakarta. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra agar api benar-benar dapat dikendalikan.

“Sampai pagi ini masih ada titik api aktif di bagian belakang pasar. Petugas fokus melakukan lokalisasi supaya api tidak kembali merembet ke los lainnya,” kata Sodikin, Rabu pagi.

Menurut Sodikin, penanganan kebakaran di area tersebut menghadapi kendala teknis, salah satunya terbatasnya sirkulasi udara. Dinding bangunan yang tertutup rapat menyebabkan asap dan panas sulit keluar, sehingga proses pemadaman dan pendinginan tidak bisa dilakukan secara maksimal.

BACA JUGA:102 Lapak dan 18 Kios Ludes Terbakar, Polisi Berjaga Amankan Lokasi Kebakaran Pasar Pagi

BACA JUGA:Breaking News! Pasar Pagi Pemalang Terbakar, Damkar Kewalahan

“Sirkulasi udara di belakang pasar sangat minim karena tertutup tembok. Ini cukup menyulitkan petugas dalam proses pemadaman dan pendinginan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, petugas Damkar berkoordinasi dengan pemilik bangunan toko di sekitar lokasi kebakaran untuk membuka akses tambahan demi memperlancar aliran udara.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik toko untuk membuat bukaan di tembok agar sirkulasi udara lancar dan memudahkan penanganan asap serta api,” tambahnya.

Terkait penyebab kebakaran, Sodikin menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik, meski penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

“Penyebab sementara kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan,” jelasnya.

Peristiwa kebakaran ini mengakibatkan ratusan lapak pedagang hangus terbakar. Mayoritas lapak yang terdampak menjual pakaian, sepatu, dan sandal, dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait